Jumat, 18 Aug 2017
Bulutangkis

Korea Open Superseries 2015

Usai Sabet Gelar Perdana Superseries, Begini Perasaan Ganda Putri Terbaik Indonesia

Minggu, 20 Sep 2015 19:20 | editor : andi

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhasil menyabet medali emas usai menundukkan pebulutangkis tuan rumah Chang Ye Na/Lee So Hee di Korea Open Superseries

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhasil menyabet medali emas usai menundukkan pebulutangkis tuan rumah Chang Ye Na/Lee So Hee di Korea Open Superseries

JawaPos.com - Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari tak bisa menyembunyikan kegembiraannya usai menyabet gelar perdana superseries mereka sejak berpasangan. 

Gelar Superseries yang diraih di Korea Open 2015 tersebut terjadi usai menundukkan ganda putri tuan rumah Ye Na/Lee So Hee, dengan skor 21-15 dan 21-18.

Greysia mengungkapkan bahwa gelar tersebut dipersembahkan untuk bangsa yang selama ini telah membina serta memberikan kesempatan untuk menjajal lebih banyak turnamen.

“Pertama-tama kami ingin berterima kasih kepada Tuhan, terima kasih untuk pelatih kami, untuk PBSI dan semuanya yang telah berjasa. Gelar ini kami persembahkan untuk Indonesia, untuk ganda putri Indonesia. Kami hanya memberikan yang terbaik di lapangan dan kami memang ingin menjadi juara di sini,” ungkap bahagia Greysia dikutip badmintonindonesia.org.

Meski banyak tekanan yang mereka hadapi melawan tuan rumah Korea, namun dukungan warga Indonesia yang menyaksikan langsung partai puncak di SK Handball Stadium, Seoul, tersebut membuat motivasi sendiri bagi keduanya. 

“Lawan kami mungkin tampil percaya diri main di rumahnya. Tapi kami juga merasa senang main di sini. Karena kami seperti bermain di rumah sendiri. Ada banyak pendukung kami, dan ada banyak orang Indonesia yang menonton di sini,” kata Greysia. 

“Lee So Hee ini punya serangannya bagus, bola-bola atasnya kencang. Jadi dari awal kami main no lob. Karena dia gerakan kanan dan kirinya juga bagus. Dari awal kami berusaha menerapkan strategi kami. Strategi kami berjalan baik. Tapi kesulitannya adalah bagaimana mengontrol diri sendiri. Kami sudah tahu permainan mereka, jadi jangan sampai terburu-buru buat matiin mereka,” timpa Nitya. (ndi/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia