Jumat, 18 Aug 2017
JPG Today

Kelabui Polisi, Petani Ini Tanam Ganja Di Sela Kebun Cabai

Minggu, 20 Sep 2015 02:00 | editor : ronald

Tersangka (baju biru) saat ditangkap polisi.

Tersangka (baju biru) saat ditangkap polisi. (Yuharnel/Padang Ekspres/JawaPos.com)

JawaPos.com--Satuan Reserse Narkoba Polres Agam menangkap seorang petani bernama Doni Pridonal (30) di sebuah perkebunan cabai di Jorong Suraulubuak Nagari Lawang Tigo Balai Matur, Sumbar, Sabtu (19/9) pagi. Ia ditangkap bukan lantaran menanam cabai.

 

Doni diringkus petugas karena di saat bertani, ia juga menyisipkan benih ganja di sela-sela tanaman cabainya. Ganja tersebut kemudian tumbuh subur di kebun yang luasnya 5.000 meter persegi itu, karena ikut dipupuk bersama cabai.

Namun, Doni tidak sempat memanen hasil tanamannya tersebut lantaran polisi sudah menangkapnya terlebih dahulu. Saat diciduk, polisi menyita beberapa batang ganja yang sudah siap panen. 

Kasat Narkoba Polres Agam IPTU Dodi Ependi, yang langsung memimpin operasi tersebut, mengatakan, penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat tentang adanya petani cabai yang menanam ganja. 

Keberadaan ladang itu sekitar satu kilometer ke arah timur dari Pasar Lawang. “Tersangka ditangkap saat tengah bekerja di kebun. Dari ladang itu, kami telah menyita enam batang ganja siap panen,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, tersangka sudah 10 tahun hidup di kampung itu setelah pulang merantau dari Aceh. “Tersangka salah seorang target operasi kita. Selain menanam ganja, dia juga diduga sebagai pengedar ganja. Namun cara dia melakukan aksinya cukup cerdik,” ujar Dodi.

Saat diperiksa, tersangka mengaku tanaman ganja tersebut hanya untuk dipakai sendiri, bukan untuk dijual. Namun, pengakuan itu tidak membuat polisi melepaskannya. “Dia diancam hukuman 20 tahun penjara, karena melanggar Pasal 111 Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika,” tuturnya.(y/ron/jpg)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia