Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2015 | 12.24 WIB

Warning dari Pak Buwas: Salah Pilih Capim KPK, Pansel Bisa Dipenjara

Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso. - Image

Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso.

JawaPos.Com - Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Budi Waseso tak henti-hentinya mengingatkan panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) agar berhati-hati dalam memilih delapan nama yang akan disetorkan ke Presiden Joko Widodo. Menurutnya, jangan sampai pansel meloloskan nama bermasalah yang nantinya malah terjerat kasus hukum.  



Meski tak menyebut nama capim KPK yang bermasalah, namun Buwas- sapaan Budi Waseso- mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan atas kasus yang menyeret kandidat komisioner di lembaga antirasuah itu. Kini, ada 19 nama capim KPK yang sudah melewati seluruh tahapan seleksi dan tinggal menunggu untuk disaring lagi menjadi delapan nama untuk disetorkan ke presiden.



"Kalau nanti terpilih seorang pemimpin KPK bermasalah dan kami tingkatkan kasusnya yang awalnya penyelidikan ke penyidikan, maka pansel yang harus kami klarifikasi," ujar Buwas di Jakarta, Kamis (27/8).



Menurutnya, bukan tidak mungkin anggota pansel yang terdiri dari sembilan perempuan itu meringkuk di balik jeruji besi akibat salah dalam memilih capim KPK.  "Bisa terkena kalau terbukti penyalahgunaan wewenang dan jabatan," ujarnya.



Namun, Buwas menegaskan bahwa dirinya tak mau dianggap melakukan kriminalisasi atau membalas dendam kepada KPK apabila nantinya ada komisioner yang menjadi tersangka kasus yang ditangani Bareskrim. Sebab, Bareskrim sudah memberi masukan tentang rekam jejak capim KPK ke pansel yang dipimpin  Destry Damayanti itu.



"Jauh hari kan kami sudah sampaikan ke pansel KPK, ini lho calon yang bermasalah, ini lho yang tidak bermasalah. Rekomendasi itu kan bisa menjadi pedoman dan kami tidak main-main dalam membuatnya," sambung mantan Kapolda Gorontalo itu.



Karenanya Buwas tidak ingin disebut sebagai musuh KPK atau ditempatkan sebagai lawan bagi lembaga antirasuah itu. "Kami juga butuh  KPK sebagai partner dalam memberantas korupsi," tandasnya.(elf/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore