
Para pelajar yang disemprit polantas.
JawaPos.com--Empat bocah SMP menangis di depan anggota polisi lalu lintas Kota Sampit, Kalimantan Tengah, Senin (24/8) pagi. Mereka disemprit polisi dan disuruh berhenti ketika sedang mengendarai sepeda motor berboncengan di Jalan Ahmad Yani.
Saat itu keempat-empatnya masih menggunakan seragam sekolah. ”Namanya anak sekolah belum punya SIM, ya tidak boleh bawa motor,” tegas Saputra, polisi lalu-lintas yang berjaga di pertigaan HM Arsyad- Achmad Yani.
Para pelajar ini hanya tertunduk sambil meneteskan air mata. Mereka lalu mencoba membujuk petugas agar tidak menilang. Mereka menangis karena takut dimarahi oleh orang tuanya. ”Pak, takut dimarah mama,” ucap seorang bocah memelas.
Beruntung, polisi tidak benar-benar menilang mereka. Polisi hanya menelepon orangtua pelajar yang mengendarai sepeda motor tersebut, untuk mengingatkan bahwa anak di bawah umur tak boleh mengendarai sepeda motor.
Dari pantauan Radar Sampit (Grup JawaPos.com), kebiasaan berkendara anak bawah umur kini marak di Kota Sampit. Hal ini terjadi karena sikap orangtua yang justru terkesan mendukung pelanggaran itu. (oes/jpg)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
