Kamis, 24 Aug 2017
radartulungagung
Tulungagung

Korban Pesta Miras Tambah Lagi, Dua Masih Gadis

Sabtu, 12 Aug 2017 19:38 | editor : Didin Cahya FS

JADI KORBAN : Pipi (depan) dan Opi ( belakang) semasa masih hidup.

TULUNGAGUNG- Deretan nama korban tewas pasca menggelar pesta miras di Kafe Bengawan, Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru terus bertambah. Hingga Sabtu (12/8) total ada 4 orang yang meregang nyawa.

Dan terbaru adalah Op atau Opi, warga Kabupaten Kediri. Dia menghembuskan napas di salah satu rumah sakit kabupaten tersebut. " Ya kabarnya dari tiga gadis yang ikut minum, Pipi sudah meninggal dan Opi hari ini menyusul," ungkap Kepala Desa Bulusari Pramudianto.

Terkait satu lagi gadis yang bekerja sebagai pemandu lagu Nn,  sebut dia, juga kabarnya dirawat di  salah satu rumah sakit di Kabupaten Kediri. 

" Dari lima peserta pesta miras, hanya Nn, yang masih hidup. Sedangkan Sp, Az, Pipi dan Opi sudah tiada," ungkap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesta miras oplosan di Kafe Bengawan, pada Senin dan Selasa (7-8/8) merenggut nyawa secara beruntun.

Di mana ide dari Sp, warga Desa Bulusari ini,  selaku pencetus pesta minuman beralkohol tersebut, untuk merayakan rencana kedatangan istrinya dari Malaysia.

Merasa memiliki uang, maka Sp memesan Kafe Bengawan dua hari berturut- turut.

Nah dari situ, Sp kemudian memanggil Az, warga Kabupaten Blitar yang merupakan teman akrabnya. Selain itu, mengajak tiga gadis pemandu lagu sekaligus, untuk berpesta.

Justru petaka datang pada Selasa. Az tewas di lokasi, namun kepada pengelola kafe saat mengantarkan jenazah Az, menyebut Az mati karena masuk angin.

Berselang satu hari atau Rabu, giliran Pipi atau Ike Aprilia, warga Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, tewas di kos teman dekatnya di Desa Nglampir, Kecamatan Bandung, Tulungagung.

Gadis 17 tahun ini sebelum meninggal mengeluhkan sakit perut kepada Edi Sancoko yang merupakan teman dekatnya sebelum tewas.

Baru pada  Kamis, maut menjemput Sp. Sp sebelumnya sempat mengantar anaknya sekolah. " Sebelum meninggal, Sp ketemu saya menjemput anaknya sekolah," ujar wanita mengaku bernama Mak Tin yang merupakan pemilik bangunan kafe.

Namun, pengelola kafe dan pelaku bisnis karaoke ini bernama Temi. " Temi menghilang setelah kejadian," jelas Mak Tin.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kedungwaru AKP Purwanto mengaku polisi sudah ke lokasi untuk penyelidikan. Namun kematian peserta pesta miras ini berada di luar Kedungwaru.

(rt/ona/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia