Jumat, 18 Aug 2017
radartulungagung
Tulungagung

Heboh, Tiga Cewek Mabuk, Tewas Beruntun

Sabtu, 12 Aug 2017 00:39 | editor : Didin Cahya FS

TUTUP : Kafe Bengawan sudah tak beroperasi pasca kejadian. (MEIDIAN DONA DONI/RATU)

TULUNGAGUNG- Heboh, kabar tiga orang tewas secara beruntun pasca menggelar pesta miras. Di mana berita itu tersiar dari warga Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru. 

Begini cerita bermula. Dari penuturan warga setempat, jika kronologi datang dari ide Sp, yang merayakan kedatangan istrinya dari Malaysia.

Merasa memiliki uang, maka memesan dua hari aula di Kafe Bengawan di desa itu pada Senin hingga Selasa (7-8/8). Maka diajaklah Az, warga Kabupaten Blitar.

Masih ada tiga cewek Pp, Nn, dan Op yang dipanggil Sp untuk menemani minum miras dan bernyanyi.

Namun dihari terakhir mereka menggelar pesta miras, petaka mulai datang. " Pada Selasa Az meninggal di lokasi," ungkap wanita bernama Mak Tin, Jumat kemarin (11/7).

" Saya pemilik bangunan yang disewa Temi untuk menjalankan bisnis karaoke. Temi sekarang hilang pasca kajadian," imbuhnya.

Dia mengaku, saat Az warga Blitar ini tewas. Sang pengelola kafe, ingin menutupi kasus itu, dengan memberikan infomasi ketika mengantar jenazah kepada keluarga Az,  jika kematiannya dipicu karena masuk angin.

Berselang satu hari kemudian atau Rabu, giliran Pp yang juga warga Blitar yang meregang nyawa. Cewek ini ditemukan tergeletak di kamar kos teman dekatnya Desa Nglampir, Kecamatan Bandung.

Dan Kamis, Sp penggagas ide pesta miras dijemput maut. " Sempat lihat Sp menjemput anaknya sekolah sebelum meninggal," jelas dia.

Terkait sisa dua cewek Op dan Nn, dia tidak mengetahui. Lantaran, pasca kejadian sudah tak di lokasi. " Sudah tak tahu, selamat atau tidak," cetusnya.

Kepala Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru Pramudianto mengakui, ada kejadian itu. Satu warganya jadi korban yakni Sp.

Dia tak menepis jika pengelola kafe bernama Temi menjual miras oplosan. Indikasinya, ada warga yang mangadu usai membeli miras di situ, merasa sesak nafas dan nyeri dada. " Kami akan diskusi dengan perangkat desa terkait persoalan ini.Memang  secara pribadi ingin kafe ditutup," pangkasnya.

(rt/ona/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia