Kamis, 17 Aug 2017
radartulungagung
Features

BPBAP Situbondo Tebar Jutaan Benih Ikan di Perairan Prigi, Trenggalek

Rabu, 09 Aug 2017 18:11 | editor : Andrian Sunaryo

PERCAYA :Ujang Komarudin (dua dari kiri) secara simbolis menyerahkan benih ikan kepada kelompok masyarakat di Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

PERCAYA :Ujang Komarudin (dua dari kiri) secara simbolis menyerahkan benih ikan kepada kelompok masyarakat di Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Kiranya tak banyak yang tahu bahwa Bumi Menak Sopal pernah menjadi primadona produksi atau penghasil udang windu di Jawa Timur. Itulah salah satu alasan BPBAP Situbondo menebar sejuta benih udang windu di perairan Prigi, kemarin (9/8).  Tidak hanya menjaga populasi ikan di Prigi, diharapkan kegiatan tersebut bisa bermanfaat untuk masyarakat.

AGUS MUHAIMIN

Tiga buah biduk bermotor itu berjalan pelan di area hutan mangrove Dusun Cenkrong, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, kemarin (9/8). Puluhan tangan yang melepas benih ikan dari dalam plastik terlihat bergantian menjulur dari perahu kecil tersebut. Mereka adalah rombongan dari BPBAP Situdondo, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, bersama instansi vertikal serta pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek.

BERSAMA-SAMA: Ujang komarudin (empat dari kanan) melepasliarkan udang windu bersama masyarakat dan di perairan Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

BERSAMA-SAMA: Ujang komarudin (empat dari kanan) melepasliarkan udang windu bersama masyarakat dan di perairan Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Lebih dari satu jam aktivitas restocking alias respelepasliaran benih ikan ini berlangsung. Maklum, ada jutaan benih ikan yang harus dilepas di perairan payau tersebut. “ Ada 1,5 ribu benih kerapu, 50 ribu bandeng dan satu juta benih lobster atau udang windu,” ungkap Kepala BPBAP Situbodo, Ujang Komarudin.

Ujang menjelaskan, ada beberapa syarat dalam pelepasliaran ikan. Salah satunya, ikan yang dilepasliarkan ini adalah jenis ikan endemis daerah. Sehingga dalam kegiatan tersebut pihaknya memprioritaskan udang windu, yang nota bene pernah menjadi primadona di Kota Keripik Tempe. Ya, Trenggalek pernah menjadi salah satu daerah penghasil indukan udang windu terbaik di Jawa Timur pada tahun 80-an. “ Selain itu, ikan yang ditebar tidak boleh merusak populasi ikan yang ada di daerah tersebut,” katanya.

Adanya pelepasliaran tersebut pihaknya berharap populasi udang windu di Trenggalek bisa meningkat. Di sisi lain, hal itu tentunya membawa dampak ekonomis kepada masyarakat di lingkungan sekitar. Artinya, ikan-ikan tersebut bisa ditangkap baik untuk konsumsi maupun dijual. “ Tentunya kami juga berharap kepada masyarakat untuk menjaga, jangan saat masih kecil kemudian ditangkap,” tutur Ujang.

Tercatat, total benih yang sudah dilepasliarkan tahun ini 3.435.500 ekor. Itu untuk didistribusikan atau ditebar di delapan daerah meliputi, Tuban, Gresik, Sumenep, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Malang dan Trenggalek. Ada tiga jenis komoditas atau jenis ikan yang dilepasliarkan, yakni, kerapu bandeng dan udang windu. “ Bibit ikan yang kami lepasliarkan ini adalah hasil atau produksi kami sendiri,” papar pria berkulit bersih ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Trenggalek, Syuhadak Abdullah mengucapkan terimakasih atas bantuan benih ikan tersebut. Pihaknya juga berharap kerjasama dalam hal menjaga populasi ikan ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. “ Kami mendukung, dan berharap bantuan ini tidak berhenti sampai di sini saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Trenggalek.

Pihaknya juga berencana mengajukan bantuan untuk masyarakat kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui BPBAP Situbondo. Bahkan, anggaran 2018 nanti pihaknya mengaku sudah mengajukan bantuan tersebut. “ Sudah dua kali, termasuk bantuan keramba apung yang dari pusat,” katanya. (*) 

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia