Kamis, 24 Aug 2017
radartulungagung
Hukum & Kriminal
PENGANIAYAAN ISTRI

Polisi Tunggu Hasil Tes Kejiwaan

Senin, 07 Aug 2017 15:20 | editor : Andrian Sunaryo

aniaya

aniaya (kriminalitas.com)

TRENGGALEK- Tampaknya Satreskrim Polres Trenggalek begitu berhati-hati dalam melanjutkan proses hukum yang mendera Kemis, warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak yang tega menganiaya Weni Arismawati yang notabene istrinya sendiri dengan Dodos (alat panen kelapa sawit) pada Sabtu (22/7) lalu. Pasalnya, hingga kemarin (6/8) polisi belum melakukan penyelidikan lanjutan terhadap kasus tersebut.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman, melalui Kasubag Humas, Iptu Supadi mengatakan saat ini kondisi pelaku maupun kordan telah membaik dan sepertinya telah bisa beraktivitas seperti sediakala. Untuk itu, khusus pelaku saat ini dalam proses penyelidikan dan diserahkan ke ahli penyakit jiwa. Hal ini terkait dugaan apakah pelaku mengidap kelainan jiwa atau tidak. “ Bukan kami yang bisa memutuskan pelaku mengidap penyakit jiwa atau tidak, melainkan hasil pemeriksaan dokter, makanya hasil pemeriksaannya masih ditunggu,” katanya.

Dia melanjutkan, nantinya jika hasil pemeriksaannya dinyatakan bahwa pelaku tidak mengalami kelainan jiwa, maka polisi langsung memanggilnya. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara persis motif penganiayaan tersebut. Sedangkan, jika dalam pemeriksaan dinyatakan sebaliknya, yaitu pelaku mengalami kelainan jiwa, maka dimungkinkan polisi akan menghentikan proses penyelidikan terhadapnya. “Penghentian itu bukan berarti masalah hukumnya telah selesai, melainkan proses selanjutnya diserahkan ke pihak RS jiwa agar pelaku menjalani pengobatan,” ungkapnya.

Dengan demikian saat ini polisi hanya bisa mengorek keterangan dari saksi untuk mengetahui perkiraan kronologis tersebut, sambil menunggu hasil pengecekan kejiwaan pelaku. Sedangkan saksi yang dimintai keterangan ini adalah orang tua dan tetangga korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut. Jika hal tersebut telah dilakukan polisi akan mencari keterangan lain dari saksi yang juga korban diteruskan ke pelaku.

Terkait bukti kasus tersebut adalah hasil visum luka yang diderita korban dari petugas kesehatan.  Nantinya jika terbukti bersalah pelaku akan diancam berdasarkan pasal 44 ayat 1 uu no 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Bagaimanapun alasannya KDRT dilarang, dan kami akan terus menyelidiki kasus ini agar tak terulang kembali,” jelas perwira dengan pangkat dua balok di pundak ini.

Seperti yang diberitakan  entah apa yang ada di benak Kemis,39, warga RT/RW 17/3 Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, pada Sabtu (22/7) lalu. Tanpa sebab yang jelas, bapak satu anak ini tega menikam Weni Arismawati yang notabene istri sendiri dengan Dodos. Tak hanya demikian, diduga Kemis juga berusaha bunuh diri seusai melakukan penganiayaan tersebut. Beruntung hal itu diketahui oleh warga sehingga keduanya lansung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Selain itu, kendati memiliki kartu BPJS Kesehatan, biaya perawatannya tidak bisa diklaimkan, sebab sudah menjadi urusan polisi. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia