Jumat, 18 Aug 2017
radartulungagung
Politik
MPR RI

Reses, Rofi’Munawar Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI

Senin, 07 Aug 2017 09:00 | editor : Andrian Sunaryo

PENTING: Rofi’ Munawar sedang memberikan sambutan saat reses di Trenggalek.

PENTING: Rofi’ Munawar sedang memberikan sambutan saat reses di Trenggalek. (TITIN RATNA/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rofi’ Munawar, Lc kembali melakukan reses beberapa waktu lalu. Kali ini Rofi’ menemui para konstituen untuk menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI. Tema yang disampaikan yaitu Pancasila sebagai Landasan Ideologi Negara, UUD RI 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR RI Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara’

Pada intinya Rofi’ menyampaikan bahwa Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang sesuai dengan ajaran Islam. Pemahaman tentang empat pilar kebangsaan ini disampaikan Rofi’ sangat penting bagi para pengurus PKS. Apalagi saat ini, salah satunya yang saat ini sangat sering dihembuskan adalah isu tentang agama.

Rofi’ menegaskan begitu pentingnya pemahaman dari empat pilar ini, yaitu memahami secara keseluruhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. Menjadi sangat memprihatinkan ketika banyak terjadi di masyarakat yang menyatakan Pancasilais namun sebenarnya tidak menerapkan sila – silanya. Pada sila pertama misalnya, tentang Ketuhanan, dimana menyatakan ‘Saya Pancasila’ namun dalam kenyataanya tidak pernah melaksanakan perintah dalam agama.

Karena itu, para pengurus dan kader harus siap mengawal baik secara internal maupun eksternal. Secara internal misalnya pemahaman pada Pancasila, memahami dari sila tersebut, kemudian benar – benar dilaksanakan secara eksternal atau melaksanakan dan mengamalkannya. “Jadi itulah harapan saya, pertama harus bisa mengawal sila – sila dalam Pancasila,” kata Rofi’.

Poin kedua, yang ingin ditegaskan Rofi’ bahwa agama sebagai pemersatu umat. Karena itu isu–isu tentang beragama menjadi sangat sensitif dan bisa memicu perpecahan. Karena itu para pengurus dan kader harus memahami permasalahan yang ada di masyarakat dan berhati – hati terhadap upaya memecah belah NKRI.(tin)

(rt/dre/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia