Kamis, 24 Aug 2017
radartulungagung
Features
Eka Nandya, Pecinta Kucing yang Menang Kontes

Sempat Kaget Akan Harga Kucing, Kini Penjualan Hingga Kanada

Senin, 07 Aug 2017 15:00 | editor : Andrian Sunaryo

TERBAIK : Eka saat menunjukkan Kucing Bengal peliharaannya yang sering memenangkan berbagai kontes.

TERBAIK : Eka saat menunjukkan Kucing Bengal peliharaannya yang sering memenangkan berbagai kontes. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Memelihara hewan peliharaan dengan tekun dan penuh kasih sayang sepertinya akan berbuah manis. Hal ini seperti yang dirasakan Eka Nandya, wanita asal Desa/ Kecamatan Karangan. Berkat kecintaannya terhadap hewan kucing, khususnya jenis Bengal, dirinya sukses meraih penghargaan ketika mengikutsertakan hewan dengan nama latin Felis Catus dalam berbagai kontes.

ZAKI JAZAI

Lucu, manja, bulu yang lembut, menggemaskan dan masih banyak lagi, mungkin hal itulah yang dirasakan beberapa masyarakat jika melihat hewan peliharaan kucing. Tak ayal dengan sifat tersebut sebagian besar orang ingin memelihara bahkan mengembangbiakan salah satu hewan klangenan tersebut. Salah satunya adalah Eka Nandya, warga Desa/ Kecamatan Karangan.

Kecintaannya begitu jelas kentara ketika Jawa Pos Radar Trenggalek ini mendatangi kediamannya kemarin (6/8). Meski di sekitar kediamannya ramai hiruk-pikuk aktivitas warga, namun dia terkesan cuek dan asyik bermain dengan sepasang kucing bengal peliharaannya.

Bukan hanya itu, bahkan dirinya rela memfungsikan salah satu sudut rumahnya sebagai kandang kucing. Sehingga bisa dibayangkan di tempat tersebut banyak sekali ditemukan kucing Bengal baik itu indukan maupun anakan. Wajar saja, dia menganggap hewan ini sebagai aset berharga. Karena dari sinilah, kepiawaiannya sudah teruji dengan meraih banyak prestasi membanggakan. Bahkan, tak jarang banyak titipan dari pecinta lainnya untuk dirawat. “Bentar saya kandangkan dulu, sebab jika dilepaskan seperti ini selalu ngajak bermain,” ucap Eka kepada koran ini.

Selesai melaksanakan tugas tersebut, Eka mulai bercerita mengenai aktivitas yang saat ini ditekuninya, yaitu breeding kucing Bengal. Ternyata, kesukaan terhadap kucing dimulai sejak 2014 lalu. Saat itu dirinya melalui sebuah media sosial (medsos) merasa tertarik ketika melihat kecantikan kucing persia. Dengan alasan itulah dirinya mencari tahu dimana lokasi pembelian kucing tersebut untuk memilikinya. Hingga, pertama kalinya tahu dirinya kaget, sebab ternyata harga kucing tersebut sebesar Rp 15 juta. “Namanya orang belum tahu pastinya kaget mengetahui harga kucing semahal itu, dan setelah bertanya kepada beberapa pecinta kucing ternyata harga tersebut wajar, dan saya pun membelinya,” katanya.

Sejak saat itulah dirinya aktif melihat dari internet serta bertanya kepada pecinta kucing yang lebih berpengalaman, tentang cara memeliharanya. Dari situlah secara telaten dirinya langsung mempratikannya, hingga kucing peliharaanya tetap sehat dan bisa dikembangkan. Tidak sampai disitu, dengan terbiasa bercengkrama dengan kucing membuat dirinya ingin memelihara jenis lainnya, seperti kucing maine coon, hingga yang terakhir adalah kucing Bengal.

Dari situlah dirinya memutuskan untuk memelihara kucing Bengal, dari pada jenis lainnya. “Bagi saya kucing jenis ini sangat cantik dan lucu, karena bulunya yang tidak terlalu tebal sehingga tidak mudah kotor dan memandikannya cukup satu bulan sekali,” ungkap wanita 27 tahun ini.

Ternyata, keputusan untuk memelihara kucing Bengal tidaklah salah. Sebab, kucing hasil peranakannya tersebut kerap memenangkan berbagai penghargaan ketika diikutkan kontes, mulai dari tingkatan lokal, hingga internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Cat Association (ICA) yang seluruh juringan berasal dari luar negeri. Itu karena, ketika penilaian beberapa bagian kucing mulai dari bentuk wajah, mata, badan, panjang ekor ketika dilipat keatas tidak kurang maupun tidak melebihi leher kucing dan sebagainya, selalu mendapatkan nilai yang tinggi. Tak ayal dengan perolehannya tersebut banyak pecinta kucing yang memesan kucing Bengal anakannya. Bahkan, pesanan tersebut terdapat dari pecinta kucing dari luar negeri seperti Malaysia, Kanada dan sebagainya.

Untuk kucing yang dijual nantinya, harus dipastikan bahwa benar-benar sehat. Untuk itu sebelum dilakukan pengiriman, kucing tersebut dilakukan tes darah terlebih dahulu untuk mengetahui kesehatannya. Sehingga jika kucing tersebut dalam keadaan kurang sehat, dirinya lebih baik menunda pengiriman. “Itu dilakukan untuk mengantisipasi kucing mati ketika proses pengiriman dan saya harus mengembalikan uang pembeli. Dengan demikian saya akan mendapatkan dua kali rugi, yaitu selain tidak jadi membeli juga kehilangan kucing,” jelas istri dari Ade Fernando ini.

Sedangkan, untuk perawatan kucing sendiri diharuskan dalam tempat yang ditaruh kandang harus terdapat fentilasi. Itu dilakukan untuk mengurangi kelembapan tempat, yang mengakibatkan jamur di badan kucing. “Karena bulunya tidak terlalu tebal, pemandian kucing setiap harinya cukup dielap dengan tisu basah, dan yang paling penting kasih sayang harus diberikan ketika memeliharanya,” tuturnya.(*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia