Kamis, 17 Aug 2017
radartulungagung
Features
Eric Priya Persada, Raih Emas Di Vietnam

Selalu Berkutat Dengan Buku, Bercita-cita Jadi Polisi

Rabu, 02 Aug 2017 15:13 | editor : Didin Cahya FS

HEBAT: Eric usai menerima kalungan medali di ajang WMI di Vietnam.

HEBAT: Eric usai menerima kalungan medali di ajang WMI di Vietnam. (DOKUMEN PRIBADI FOR RATU)

 Kesungguhan dan kebulatan tekad bisa melahirkan prestasi bagi Eric Priya Persada. Remaja asal Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan ini bisa mengharumkan nama Tulungagung di kancah internasional melalui kompetisi matematika di Vietnam.

DHARAKA R. PERDANA

Menjadi yang terbaik pada sebuah ajang bergengsi di tingkat internasional tentu menjadi idaman banyak orang. Dan Eric Priya Persada, remaja asal Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan menjadi salah satu di antaranya. Dia meraih emas pada ajang World Mathematic International (WMI) yang digelar di Vietnam pertengahan Juli lalu .

Kepada Koran ini kemarin (1/8), Eric-sapaan akrabnya nampak malu-malu menjelaskan perasaannya setelah mendulang medali emas. Meskipun demikian, perasaan bangga jelas tergambar dari raut wajahnya. Karena bisa mengungguli beberapa siswa dari kota besar yang notabene sama-sama memiliki persiapan maksimal. “Yang pasti saya bangga dan bahagia,” katanya pelan.

Dia mengaku, tidak memiliki persiapan khusus menjelang kompetisi. Hanya saja dia intensif mengerjakan soal sambil diarahkan guru pembimbing. Apalagi dia juga memiliki niat terpendam untuk meraih prestasi setinggi-tingginya untuk menjadi seorang perwira polisi di kemudian hari. “Saya ingin masuk akpol. Makanya harus belajar dengan rajin,” jelas siswa kelas VII SMPN 1 Tulungagung ini. 

Sementara itu Amik Triono, sang guru pembimbing mengakui jika tidak ada yang istimewa pada anak didiknya itu. Namun ada satu hal yang benar-benar diingatnya, yakni Eric merupakan anak yang tekun dan rajin belajar. Bahkan dalam kesehariannya lebih banyak berkutat dengan buku dibanding bermain bersama rekan sebayanya. “Dia memang lebih banyak belajar dibanding bermain,” ungkapnya.

Amik-sapaan akrabnya mengakui jika raihan emas dari Eric sebenarnya di luar prediksi. Apalagi sejak awal tidak memiliki target untuk menjadi yang terbaik agar 16 anak didiknya bisa tampil lepas. Namun kenyataannya, yang meraih emas justru dari Tulungagung. Padahal harus bersaing dengan peserta lain dari Asia, Eropa, maupun Amerika. “Sebenarnya ada perwakilan dari luar kota yang ikut. Namun medali emas justru diraih dari Tulungagung karena masuk 10 besar terbaik dan meraih nilai di atas 90,” terangnya.

Untuk target selanjutnya, pria ramah ini menargetkan anak didiknya itu lolos Olimpiade Sains tingkat nasional. Sehingga persiapan maksimal harus dilakukan sejak dini. Khususnya mengerjakan 100 soal per hari agar yang bersangkutan terbiasa. “Bahkan kami juga mengundang pembimbing dari Malang untuk melatih Eric,” ujarnya.

Amik pun mengamini cit-cita anak didiknya itu. Apalagi si anak juga termotivasi untuk masuk SMA Taruna Nusantara melalui jalur prestasi. Sehingga nilai akademis harus terus baik agar memenuhi persyaratan. “Kami hanya mendukung cita-citanya semaksimal mungkin,” tandasnya.

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia