Kamis, 17 Aug 2017
radartulungagung
Ekonomi
Budidaya Buah Tin

Berguna Bagi Kesehatan, Perawatan Mudah, Omset Jutaan Rupiah

Selasa, 18 Jul 2017 07:59 | editor : Whendy Gigih Perkasa

KAYA MANFAAT: Bibit buah Tin yang dibudidayakan Chadjad. Selain buah, daun juga bisa dijual.

KAYA MANFAAT: Bibit buah Tin yang dibudidayakan Chadjad. Selain buah, daun juga bisa dijual. (Chadjad for RATU)

TULUNGAGUNG- Buah Tin masih terdengar asing bagi sebgaian orang. Namun sebenarnya buah itu sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Buah ini semakin dikenal karena banyak kandungan nutrisi di dalamnya. Banyak artikel dari para ahli yang menyebut dalam 100 gram buah Tin, mengandung 20 persen dari keperluan serat seharian untuk tubuh. Dari jumlah itu, lebih dari 28 persen adalah jenis serat terlarut. Beberapa manfaat buah tin bagi kesehatan yakni mengobati wasir, mengontrol kadar gula dalam tubuh, mencegah kanker usus, antioksidan, dan lain sebagainya. 

Karena manfaat itulah, warga Kota Marmer mulai membudidayakan. Selain dikonsumsi, ternyata juga cocok untuk bisnis yakni dijual dalam bentuk bibit ataupun sudah berbuah. Salah seorang pembudidaya buah Tin yakni Moch. Chadjad Santoso. Warga Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan itu sejak setahun terakhir sudah membudidayakan buat Tin.

Saat wawancara, pria berusdia 50 tahun itu kali pertama mengenal buah Tin dari komunitas Tin se Indonesia yang ditemui saat turnamen bilyard di luar kota. Saat itulah Chadjad tertarik dan mulai mencoba membudidayakan sendiri. “Buat bisnis dan yang utama membantu orang sakit yakni obat herbal dengan mengkonsumsi buah ataupun daun Tin,” ungkapnya.

Cara budidaya yang biasa dilakukan Chadjad yakni dengan sistem cangkok. Menurut dia cara ini lebih bagus daridapad menggunakan stek. Sebab, tingkat keberhasilan dan hasil pembibitan lebih bagus. Budidaya buah Tin lebih bagus juga di dalam pot. Jika di tanam di tanah secara langsung, buah dan daun justru kurang sehat.  

Media tanam yang digunakan hanya kompos, sekam bakar, dan pupuk kandang. Ini semua mudah didapat di kios-kios bunga terdekat. Perawatan juga tergolong mudah. Yakni menyiram secukupnya dua atau tiga hari sekali. Jangan sampai terlalu banyak air karena justru akan merusak tanaman. “Hal tersulit saat pencangkokan dan menyemai di polibag. Tapi kalau sudah di polibag risiko kematianya kecil. Pernah kadang ada yang busuk akarnya, mungkin karena getaran saat pemindahan di polibag, tapi itu jarang,” kata Chadjad.

Buah Tin mulai berbuah usia enam sampai delapan bulan. Itu diawali muncul tunas. Setelah berbuah, tidak akan mengenal musim. Artinya tanaman buah Tin bisa terus berbuah. Biasanya satu cabang kalau berbuah bisa sampai 15 buah. “Kalau buahnya sudah banyak, harganya bisa Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per pohon,” ujar pria ramah itu.

Dia melanjutkan, saat ini penjualan masih berupa bibit. Untuk kedepannya, juga menjual buah plus daunya. Harga buah dan daun mahal yakni Rp 400 ribu per kilogram. Sedangkan harga bibit paling murah Rp 50 ribu per pohon. Ada juga yang mencapai Rp 800 ribu per pohon tergantung varietasnya. Beberapa di antaranya mulai dari buahnya yang berwarna merah, kuning, merah keunguan, dan ada merah kehitaman. “Saya sendiri menjual bibit jenis jumbo yang buahnya berwarna merah, per pohon Rp 200 ribu. Harga mummer jenis purple yordan dan green yordan. Ada juga varian brunswick Korea,” jelasnya. (wen)

(rt/whe/whe/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia