Jumat, 21 Jul 2017
radartulungagung
Trenggalek

Baru Setahun Dibangun, Neon Boks Rusak

Itu Dirusak Orang Gila

Senin, 17 Jul 2017 10:12 | editor : Andrian Sunaryo

DISAYANGKAN : Sejumlah pengunjung memaksa berfoto dipanggung 360.  Mereka harus di depan tulisan agar kerusakan neon bok tidak terlihat

DISAYANGKAN : Sejumlah pengunjung memaksa berfoto dipanggung 360. Mereka harus di depan tulisan agar kerusakan neon bok tidak terlihat (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK .)

Satu spot untuk mengabadikan momen tempat wisata andalan di Kota Keripik Tempe rusak. Yakni, panggung 360 yang biasanya menjadi jujugan wisatawan berfoto ria menjadi kurang menarik lantaran neon bok di panggung tersebut pecah. Diduga hal itu dipicu minimnya pengawasan di lokasi wisata di Trenggalek. “ Agak ke kiri, biar lubangnya gak kelihatan,” suara seorang pengunjung yang sedang mengabadikan gambar di panggung tersebut.

Panggung yang sejatinya menjadi spot berfoto-foto ini dibangun pada 2016 lalu, tepatnya akhir tahun. Di lokasi tersebut terdapat dua buah neon bok bertuliskan ‘Prigi’ dan ‘360’. Namun  pada sisi atau tulisasn ‘Prigi’ terdapat lubang yang menganga pada sejumlah huruf.  “ Itu dirusak sama orang gila,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Joko Irianto, kemarin(16/7).

Sudah tiga kali peristiwa tersebut terjadi dan tiga kali pula pihak dinas harus melakukan perbaikan di panggung tersebut. Bukan jumlah yang sedikit, totalnya ada sekitar Rp 6 juta rupiah yang harus dikeluarkan oleh disparibud jika melakukan perbaikan neon bok, yang sementara ini belum bisa menyala saat malam hari. “ Saat ini memang belum ada pos dan penjaga di sana,” imbuh Joko-sapaan akrabnya.

Dikatakan Joko, kondisi noen bok tersebut memang rentan pecah, mengingat material yang tidak seberapa tebal. Bahkan ada indikasi, tidak sesuai dengan spesifikasi dalam perencanaan pembangunan panggung. Di sisi lain, untuk tempat dan tenaga penjaga dilokasi wisata, pihaknya mengaku tidak menyediakan pos anggaran untuk hal tersebut. Kendati demikian, penambahan sejumlah sarana pos jaga kemungkinan bisa menjadi alternative untuk mengamankan sarana dilokasi wisata. “ Kalau petugas kita yang ada itu sudah tidak memungkinkan,” jelas dia.

Selain itu, ada banyak masukan yang diterima oleh Joko terkait dengan pengamanan di lokasi wisata, khususnya Prigi terkait neon bok. Misal dengan menggantinya material tulisan. Yang semula berbahan plastic, bisa juga diganti menggunakan plat sehingga tidak mudah pecah. Plat tersebut dicat dengan warna mencolok, dibantu dengan sedikit pencahayaan di panggung, sehingga bisa terlihat kendati malam hari. “ Soalnya kalau tetap menggunakan bahan itu, ya itu mudah pecah,” katanya.

Material yang digunakan saat ini bisa dikatakan mahal, namun memiliki kelemahan mudah pecah. Untuk itu, pihaknya telah menganggarkan kegiatan perbaikan panggung tersebut untuk tahun depan. Rencananya tulisan tersebut masuk dalam salah satu item yang akan diperbaiki, tidak lagi menggunakan neon bok seperti saat ini. “ Mudah-mudahan disetujui nanti,” papar joko. (hai/tri)

 

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia