Jumat, 28 Jul 2017
radartulungagung
Features
Nasib Pedagang Ikan di Pantai Popoh dan Sidem

Mengantre Pukul 01.00, Tak Ada Stok Tutup Lapak

Sabtu, 15 Jul 2017 16:47 | editor : Andrian Sunaryo

SEPI IKAN : Salah seorang pedagang ikan di Pantai Sidem yang sedang mengasapi ikan asapnya.

SEPI IKAN : Salah seorang pedagang ikan di Pantai Sidem yang sedang mengasapi ikan asapnya. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

Musim paceklik ikan selama dua tahun terakhir, membuat para      pedagang ikan di Pantai Popoh dan Sidem di Desa Besole, Kecamatan Besuki, susah payah mencari penghasilan. Beruntung jika ada ikan yang bisa di jual, namun tak jarang stok ikan tidak ada, sehingga terpaksa menutup lapak usahanya sebagai ladang penghasilan setiap hari. 

SITI NURUL LAILIL MA’RIFAH

Terik matahari tak menghalangi para pedagang ikan di Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki untuk terus menjajakan ikan asap yang telah dibeli dari nelayan sekitar. Dengan suara lebih keras, mereka memanggil para wisatawan untuk membawa ikan yang dijadikan buah tangan dari pantai di pesisir pulau Jawa ini .

Ada yang unik dari cara mereka untuk menambah daya tarik wisatawan, yakni mengasapi ikan yang mereka dagangkan. Bau khas ikan yang diasap itu memberikan godaan tersendiri bagi yang melintas di depannya. Tak begitu lama, cara itupun berhasil. Tak sedikit wisatawan datang menawar ikan yang diperolehnya dari nelayan Pantai Sidem dan Popoh.

“ Silahkan. Ini ada ikan tuna, tongkol dan ikan pari yang terjaring dan kami asapi,” ungkap salah satu pedagang, Supatmi ketika menawarkan ikan kepada para wisatawan.

Meski mengasapi ikan, Supatmi dengan ramah menjawab semua pertanyaan dari Jawa Pos Radar Tulungagung. Dia mengaku, jika menjual ikan asap tak mudah. Sebab dari pengalamannya  sudah dua tahun ini, nelayan tak mendapatkan ikan. Tak hanya itu saja, wisatawan yang membelipun cukup sepi. Terlebih ada pantai baru, yang menawarkan keindahanan pemandangannya, seperti Gemah, Sanggar dan lainnya. “ Dikatakan ramai itu ketika ada momen tertentu atau hari libur saja,” katanya.

Memang dia tetap membuka lapak kecilnya di hari efektif, kendati pengunjungnya sepi. Sebab, dia tak ingin para pengunjung atau wisatawan kecewa untuk mendapatkan ikan asap di pantai tersebut.“ Bagaimana lagi. Memang pekerjaannya seperti ini,” tandasnya. 

Selain sepi pengunjung, menurut dia, kesulitan mendapatkan  stok ikan menipis. Di mana, hampir dua tahun ini tangkapan para nelayan menurun karena paceklik. Nah agar stok dagangan  tetap ada. Yakni, hampir setiap hari selalu membeli ikan di pengepul atau nelayan secara langsung. Dia harus mengantre lebih awal dengan berangkat pukul 01.00.

“Ya nunggu mbak, kalau tidak nunggu bisa dibeli yang lain. Bahkan, kalau sepi biasanya ya juga dapat dikit sekitar 10 ikan saja. Karena harus dibagi rata dengan pedagang lain,” terangnya.

Jika memang stok ikan maupun tangkapan ikan kosong, dia dengan berat hati tidak bisa membuka warungnya. Dan itupun tak hanya sehari saja, namun bisa sampai dua hingga empat hari. Tergantung ketersediaan dari tangkapan para nelayan yang memang tergantung dengan musim ikan dan cuaca.

“Kalau memang gak ada ikan, ya tutup. Untuk memenuhi kebutuhan, biasanya saya kerja sampingan dengan membantu membuat jaring nelayan,” tegasnya.

Senada diceritakan Yatini, salah satu pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Popoh. Dia mengakui penurunan hasil tangkapan nelayan sudah dirasakan sejak dua tahun terakhir, cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama yang mempengaruhi tangkapan ikan oleh nelayan.

Dengan kondisi itu, para pedagangpun tetap menggantungkan kesehariannya dengan hasil tersebut. Jika kondisi normal dan cuaca bisa diprediksi, dalam sekali melaut nelayan nanti mampu mendaratkan hingga 20 keranjang berisi penuh ikan dari laut namun pada kondisi seperti ini tangkapannya tak lebih dari 5 keranjang dalam sekali melaut.

“ Ya begini keadaannya. Dengan sepinya ikan, harga jadi tinggi. Dan kami sangat khawatir, jika harga terlalu tinggi tidak ada yang beli nantinya. Dan imbasnya, kami harus merugi” lanjut Yatini.

Lebih sedih lagi, ketika benar-benar sepi ikan maka untuk mendapatkan stok ikan, dia harus memanfaatkan tangkapan nelayan dari daerah lain seperti Cilacap, Pasuruan dan lain yang bersandar ke Popoh. Karena, terkadang mereka juga mendapatkan tangkapan ikan seperti Semar, Tuna dan Tongkol. (*/din) 

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia