Jumat, 28 Jul 2017
radartulungagung
Features
Alfi Thoyyibatul L, Wanita Pendaki Gunung

Sempat Diremehkan, Bawa Sampah Turun Gunung

Kamis, 13 Jul 2017 09:08 | editor : Andrian Sunaryo

CINTA ALAM: Alfi saat perjalanan menuju puncak gunung. Dia membawa peralatan, logistik, dan obat-obatan di dalam tas ranselnya.

CINTA ALAM: Alfi saat perjalanan menuju puncak gunung. Dia membawa peralatan, logistik, dan obat-obatan di dalam tas ranselnya. (Alfi Thoyyibatul Latifa for RATU)

Suka ketinggian dan rintangan. Hal itulah yang tepat menggambarkan Alfi Thoyyibatul Latifa. Warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru itu gemar mendaki gunung. Meski dia wanita, namun kemampuannya tak bia dianggap remeh. Beberapa gunung sudah pernah ditaklukkan.

WHENDY GIGIH PERKASA

Kegiatan cinta alam menjadi salah satu kegemaran  Alfi Thoyyibatul Latifa. Sejak masih duduk di bangku sekolah menengah, dia sudah aktif dalam kegiatan pecinta alam. Bahkan saat masuk di sekolah menengah atas, Alfi membulatkan tekad untuk aktif menjadi seorang pendaki gunung. Itu tidak lepas karena ingin lebih luas mengenal alam dan ikut menjaga kelestariannya.

Gunung Budheg di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat menjadi gunung pertama yang didaki Alfi. Meski saat mendaki kondisinya tidak seperti saat ini, namun dia mengaku Gunung Budheg tetap cocok untuk pendakian. Selain pemandangan di puncak yang bagus, tantangan selama perjalanan mendaki cukup menguras tenaga.  

Saat wawancara, Alfi mengaku senang mendaki gunung karena bisa mengenal diri sendiri lebih dalam.

Selain itu melatih diri untuk lebih sabar, tenang, percaya diri (PD), dan peduli terhadap alam. Meski demikian, dalam pendakian tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang harus dipelajari sebelum pendakian karena yang utama dari pendakian adalah safety alias keamanan.

Kemampuan mendaki wanita berjilbab itu semakin terasah setelah bergabung dengan Mapala Universitas Nusantara PGRI Kediri. Beberapa gunung pernah didaki hingga sukses sampai di puncak. Di antaranya Merbabu, Wilis, semeru, dan lain sebagainya. “Saya suka olahraga ini sejak masih SMA dan terus belajar bagaimana mendaki yang baik dan utamakan safety,” ujarnya.

Alfi mengaku, untuk mendaki gunung harus memiliki fisik yang kuat. Karena itulah dia selalu menjaga kebugaran fisiknya. Yakni dengan olahraga teratur seperti jogging. Trik lain untuk menjaga kebugaran yakni menjaga pola makan. Olahraga dan asupan makanan disesuaikan dengan porsi diri sendiri.

Selain kesehatan fisik, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan ketika mendaki gunung. Yakni peralatan mendaki, logistik, pakaian dan barang lain yang dianggap penting. Namun tidak disarankan membawa barang berlebihan dalam pendakian. Sebab akan menganggu dan merepotkan. Meski sudah sering mendaki, Alfi tidak menampik masih merasa grogi. Terlebih ketika melihat kondisi medan yang dianggapnya terlalu ekstrem.

Alfi juga pernah disepelekan oleh rekan-rekannya atau dari pendaki lain. Salah satunya dalam hal barang bawaan dan kecepatan pendakian. Namun dengan bekal materi dari Mapala dan pengalaman, akhirnya bisa membuktikan bahwa perempuan mampu untuk membawa beban setara dengan laki laki. “Perempuan tidak semuanya lelet dalam hal mendaki gunung,” katanya.

Ternyata, setiap kali mendaki gunung, Alfi dan rekan-rekannya tidak sekadar mendaki sampai puncak. Mereka ikut melestarikan alam yakni membawa bibit tanaman yang selanjutnya ditanam di kawasan pegunungan yang tandus. Lebih sering lagi membawa sampah turun. Itu karena Alfi dan teman-teman ingin menanamkan virus anti sampah kepada masyarakat. Karena tidak dipungkiri sekarang gunung menjadi banyak sampah, tidak seindah beberapa tahun lalu. “Dengan aksi bawa sampah turun saya berharap teman-teman pendaki lainnya selalu membawa pulang sampah mereka dan membuangnya ke tempat sampah,” jelasnya.

Alfi juga menceritakan, dia kerap terjatuh saat mendaki. Beruntung, hal itu tidak menimbulkan cedera serius. Justru, Alfi pernah membantu evakuasi orang yang terjatuh dan mengalami patah tulang.(*/din) 

(rt/whe/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia