Kamis, 17 Aug 2017
radarsurabaya
Gresik
Cara Desa Lebak Atasi Persoalan Sampah

Kades Sediakan Lahan TPA, Ongkos Angkut Sampah dari Iuran Warga

Sabtu, 12 Aug 2017 09:21 | editor : Aries Wahyudianto

Kongrit : Kades Lebak Tufa

Kongrit : Kades Lebak Tufa (Dok/Radar Gresik)

Pemerintah desa Lebak Kecamatan Sangkapura melakukan langkah nyata untuk mereduksi sampah. Menyediakan lahan pembuangan akhir, dan memungut iuran pengangkutan sampah.

Abdul Basith/Wartawan Radar Bawean

Kinerja kepala desa Lebak Tuffa kecamatan Sangkapura layak ditiru. Tidak hanya kades lain tapi semua pemangku kepentingan di Pulau Bawean. Di desa Lebak, sampah bukan lagi sebuah persoalan. Lantaran sang kades dengan rela menyediakan lahan sebagai lokasi pembuangan akhir sampah.

"Ya memang lahan milik saya sendiri yang dijadikan  TPA,"katanya.

Selanjutnya, sampah-sampah dari rumah tangga diangkat ke TPA. Ada petugas khusus yang mengangkunya. Mereka mendapat imbalan dari jasa angkut ini.

Kades Lebak mengatakan melalui kesepakatan bersama warganya membayar iuran sebulan sebesar Rp.5 ribu setiap rumah. "Uang yang terkumpul dialokasikan untuk petugas pemungut sampah setiap hari kesetiap rumah warga,"ujarnya

Akhirnya sekarang wilayahnya bersih dari sampah. Lantaran setiap hari sudah ada petugas yang memungut kesetiap rumah warga. "Adapun tahap awal baru diterapkan dalam satu dusun yang sudah berjalan hampir 2 bulan lamanya,"paparnya.

Menurutnya persoalan sampah harus ada solusi kongkrit karena terkait kesehatan masyarakat.  Jika lingkungan kotor akan menjadi sumber penyakit. "Lingkungan bersih akan menciptakan kesehatan,"tuturnya. (*/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia