Kamis, 17 Aug 2017
radarsurabaya
Sidoarjo

HUT RI, Perajin Baju Adat Banjir Orderan

Sabtu, 12 Aug 2017 09:09 | editor : Lambertus Hurek

TELATEN: Siti Ulfa menyelesaikan pembuatan baju adat di Desa Becirongengor, Wonoayu, Jumat (11/8).

TELATEN: Siti Ulfa menyelesaikan pembuatan baju adat di Desa Becirongengor, Wonoayu, Jumat (11/8). (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

WONOAYU - Selain lomba, perayaan Hari Kemerdekaan RI tidak lepas dari karnaval. Kostum yang digunakan pun beragam. Mulai dari tentara, dokter, polisi, dan tak ketinggalan baju adat. Hal ini membuat perajin baju adat kebanjiran order.

Salah satunya Siti Ulfa, warga Dusun Ngengor, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu. Omzetnya sejak awal Agustus lalu meningkat drastis hingga 100 persen,

Pada hari biasa, industri rumahan yang dirintis sejak empat tahun lalu ini hanya mendapat pesanan 10 kodi. Namun, saat menjelang perayaan tujuh belasan, pemesanan melejit hingga 15 kodi. Pemesannya pun tak hanya dari Sidoarjo, melainkan dari Malang, Surabaya, hingga Jawa Tengah. "Bahkan, ada yang dikirim ke luar negeri melalui distributor di Jogja," ungkapnya kepada Radar Sidoarjo saat ditemui di rumahnya, Kamis (11/8).

Baju adat dari berbagai provinsi di Indonesia ini dijual dengan kisaran harga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Tergantung ukuran, model, dan tingkat kesulitan pembuatan. "Namun, harga itu juga sangat dipengaruhi oleh bahan. Kadang ada yang minta bahannya lebih bagus, tentu harganya pun berbeda," imbuhnya.

Untuk memenuhi pemesanan, Siti memperkerjakan sedikitnya 20 karyawan, yang tak lain tetangganya sendiri. "Biasanya dibawa pulang dan dikerjakan di rumah," ujarnya sambil menempelkan aksesoris pada baju adat. (sur/rek)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia