Kamis, 17 Aug 2017
radarsurabaya
Sidoarjo

Saya Kejar karena di Handphone Ada Data Skripsi

Sabtu, 12 Aug 2017 08:51 | editor : Lambertus Hurek

BERANI: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji (kanan) berbincang dengan Shela Hario Vandini di Mapolsek Buduran, Jumat (11/8). Shela adalah cewek yang berani mengejar dan menabrakkan motornya ke motor yang dikendarai jambret.

BERANI: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji (kanan) berbincang dengan Shela Hario Vandini di Mapolsek Buduran, Jumat (11/8). Shela adalah cewek yang berani mengejar dan menabrakkan motornya ke motor yang dikendarai jambret. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

BUDURAN-BUDURAN-Kasus penjambretan handphone yang dilakukan Suhendrik, 17, dan Kholiwafah, 20, di Jalan Pagerwojo dan ditangkap massa di Jalan Raya Ponti, mendapat perhatian Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji. Jumat (11/8), kapolresta sidak sekaligus memeriksa dua tersangka itu di Polsek Buduran. Di polsek itu pula, kapolresta bertemu dengan Shela Hario Vandini, 20, korban penjambretan yang kebetulan sedang dimintai keterangan oleh penyidik.

Shela Hario Vandini ini notabene adalah korban yang sekaligus menggagalkan penjambretan handphone.Meski cewek, warga Dusun Sungon, Desa Suko, Sidoarjo ini berani mengejar tersangka dan menabrakkan motornya ke motor yang dikendarai dua pelaku. Shela terjatuh, demikian juga dua pelakunya. Akhirnya keduanya ditangkap massa.

“Saya sebetulnya juga sempat menendang mereka,” ungkap Shela.

Ia menuturkan keberaniannya mengejar pelaku jambret karena ia sangat butuh handphonenya. Sebab di HP-nya itu tersimpan 

data kuliah. “Saya kejar karena di handphone ada data skripsi,” lanjutnya.

Mahasiswi yang kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pun ngebut, menendang dan menabrakkan motornya. “Saya juga terjatuh. Saya sempat melihat tersangka dihajar massa. Setelah itu saya tidak sadarkan diri,” katanya.

Shela pun menunjukkan luka di tangan kanannya yang masih tutup perban. Ia mengalami luka lecet karena jatuh dari motor. Namun, luka tersebut tidak membuatnya harus berlama-lama di rumah sakit. “Hanya rawat jalan karena hanya lecet dan lebam,” jelasnya.

Menurutnya, malam itu ia hendak pulang setelah hunting lokasi untuk tugas kuliahnya. Tiba di jalan Pagerwojo, ada panggilan telepon. Ia mengangkat telepon dan menyelipkannya ke helm di telingan kirinya. 

Saat itu, tiba-tiba ponselnya ditarik dan dibawa lari oleh salah satu tersangka. “Saya langsung mengejar. Untungnya saya dibantu oleh seseorang yang ternyata anggota polisi,” tuturnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji juga melakukan pemeriksaan kesehatan dua tersangka yang babak belur dihajar massa. Dalam pemeriksaan tersebut pihak Urdokkes Polresta Sidoarjo tidak menemukan luka yang serius pada tersangka. “Hanya luka luar saja, tidak ada luka dalam,” katanya.

Ia mengapresiasi keberanian korban mengejar tersangka, namun ia juga meminta semua warga harus berhati-hati. Diimbaunya jika sedang berkendara agar tidak menerima telepon karena bisa merusak konsentrasi berkendara. (gun/jee)

Shela Hario Vandini ini notabene adalah korban yang sekaligus menggagalkan penjambretan handphone.Meski cewek, warga Dusun Sungon, Desa Suko, Sidoarjo ini berani mengejar tersangka dan menabrakkan motornya ke motor yang dikendarai dua pelaku. Shela terjatuh, demikian juga dua pelakunya. Akhirnya keduanya ditangkap massa.

“Saya sebetulnya juga sempat menendang mereka,” ungkap Shela.

Ia menuturkan keberaniannya mengejar pelaku jambret karena ia sangat butuh handphonenya. Sebab di HP-nya itu tersimpan 

data kuliah. “Saya kejar karena di handphone ada data skripsi,” lanjutnya.

Mahasiswi yang kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pun ngebut, menendang dan menabrakkan motornya. “Saya juga terjatuh. Saya sempat melihat tersangka dihajar massa. Setelah itu saya tidak sadarkan diri,” katanya.

Shela pun menunjukkan luka di tangan kanannya yang masih tutup perban. Ia mengalami luka lecet karena jatuh dari motor. Namun, luka tersebut tidak membuatnya harus berlama-lama di rumah sakit. “Hanya rawat jalan karena hanya lecet dan lebam,” jelasnya.

Menurutnya, malam itu ia hendak pulang setelah hunting lokasi untuk tugas kuliahnya. Tiba di jalan Pagerwojo, ada panggilan telepon. Ia mengangkat telepon dan menyelipkannya ke helm di telingan kirinya. 

Saat itu, tiba-tiba ponselnya ditarik dan dibawa lari oleh salah satu tersangka. “Saya langsung mengejar. Untungnya saya dibantu oleh seseorang yang ternyata anggota polisi,” tuturnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji juga melakukan pemeriksaan kesehatan dua tersangka yang babak belur dihajar massa. Dalam pemeriksaan tersebut pihak Urdokkes Polresta Sidoarjo tidak menemukan luka yang serius pada tersangka. “Hanya luka luar saja, tidak ada luka dalam,” katanya.

Ia mengapresiasi keberanian korban mengejar tersangka, namun ia juga meminta semua warga harus berhati-hati. Diimbaunya jika sedang berkendara agar tidak menerima telepon karena bisa merusak konsentrasi berkendara. (gun/jee)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia