Kamis, 17 Aug 2017
radarsurabaya
Gresik

Terjunkan Guru di Wilayah Terpencil

Jumat, 11 Aug 2017 08:47 | editor : Aries Wahyudianto

Mengabdi : Relawan guru yang diterjunkan saat hendak berangkat ke Pulau Bawean

Mengabdi : Relawan guru yang diterjunkan saat hendak berangkat ke Pulau Bawean (Dok/Radar Gresik)

Sangkapura - Program Jatim Mengajar merupakan program yang digagas oleh Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) bekerja sama dengan Unesa. Program ini sebagai bentuk kepedulian dalam membangun pendidikan di daerah terpencil dan tertinggal di Jawa Timur.

Diharapkan para relawan bisa  mengisi kekurangan guru baik dalam hal mutu maupun jumlahnya (khususnya di SD/MI negeri/swasta). Disampiung menjadi wahana dakwah, sekaligus untuk memberdayakan masyarakat desa.

Kepala Cabang Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Gresik Aries Munandar, mengatakan ada 10 tenaga orang yang direkrut sebagai guru Jatim Mengajar yang disebar di Provinsi Jawa Timur. "Salah satunya ditugaskan di Pulau Gili desa Sidogedungabatu,"katanya.

Dengan begitu, Kabupaten Gresik mendapatkan 1 jatah guru Jatim Mengajar yang ditugaskan di Pulau Bawean, tepatnya di Pulau Gili. Sesuai kontrak, guru tersebut akan melaksanakan tugas selama setahun. “Jika masyarakat Pulau Gili masih cocok, maka kontrak bisa diperpanjang,"ujarnya.

Tugas relawan guru ini mengajar siswa di sekolah yang ada di Pulau Gili. Seluruh kebutuhan sudah dipenuhi oleh YDSF sebagai pemilik program Jatim Mengajar

Selama bertugas di Pulau Gili, diharapkan bisa membawa kemajuan bagi warganya.  Adapun program Jatim Mengajar sebelumnya juga sudah selesai menjalani tugas selama 3 tahun di Dedawang desa Telukjatidawang. (bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia