Kamis, 17 Aug 2017
radarsurabaya
Lifestyle

Lawak Simultan, Lawakan Cerdas Adopsi dari Olahraga Catur

Minggu, 06 Aug 2017 10:10 | editor : Abdul Rozack

APRESIASI Simultan: Bos Jawa Pos Group Dahlan Iskan (tengah)  menerima cindera mata dari  dedengkot lawak M Chengho Djadi Galajapo (kiri) didampingi Siti Nasyi'ah (kanan).

APRESIASI Simultan: Bos Jawa Pos Group Dahlan Iskan (tengah) menerima cindera mata dari dedengkot lawak M Chengho Djadi Galajapo (kiri) didampingi Siti Nasyi'ah (kanan). (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Peluncuran Lawak Simultan akhirnya dilakukan pelawak M. Chengho Djadi Galajapo pada Jumat (5/8) malam, di Angkringan Mbah Cokro. Lawakan yang dirintis sejak tiga tahun lalu itu berbeda dari lawakan yang sudah ada.

“Lawak simultan ini diadopsi dari olahraga catur tetapi saya modifikasi lagi sehingga menjadi lawakan kata. Teknisnya, penonton melempar kata dan pelawak memberikan artinya yang lucu,” kata Djadi saat peluncuran Lawak Simultan yang dihadiri Bos Jawa Pos yang juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Djadi mengakui jika dia mengotak-atik agar lawakannya ini tidak ada unsur pornografi maupun gimik yang tidak baik, seperti halnya banyak lawakan saat ini. 

Menurut dia, lawak simultan selalu bernilai karena di dalamnya ada sisi humoris, yang artinya humanis dan moralis. "Dalam lawakan ini saya ingin mengajak semuanya untuk melawak dengan energi positif untuk menularkan moral yang membangun," ulasnya.

Sementara itu, Dahlan menilai adanya lawak simultan akan membuat penonton sekaligus para pelawak lainnya menjadi cerdas. Sebab, menurutnya, lawak simultan merupakan permainan kata yang diolah sehingga menjadi guyonan berkelas.

"Saya pikir ini lawakan yang membuat orang cerdas. Saya ingin pelawak itu seperti Cak Lontong. Dia itu saat ini pelawak tercerdas di Indonesia," ungkap Dahlan.

Sedangkan pelawak senior, Kartolo yang juga menyempatkan hadir dalam peluncuran tersebut, menilai lawak simultan sangatlah unik. Dengan hanya bermodal ocehan atau omongan kata bisa menjadi hal yang lucu.

"Apalagi tidak menjatuhkan siapapun. Tidak ada unsur SARA sampai mengolok-olok orang. Sangat unik," kata Kartolo.

(sb/jar/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia