Senin, 21 Aug 2017
radarsurabaya
Hukum & Kriminal

Pura Pura Cinta, Sopir Taksi Kuras Harta Pelanggan yang Janda Kaya

Sabtu, 05 Aug 2017 08:20 | editor : Abdul Rozack

PILIH JANDA KAYA: AKP Sugiati (kiri) menunjukkan beberapa barang bukti milik korban yang dikuras Samsudin.

PILIH JANDA KAYA: AKP Sugiati (kiri) menunjukkan beberapa barang bukti milik korban yang dikuras Samsudin. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA- Janji manis yang disampaikan Samsudin, 41, warga Rungkut Pandugo nyaris memperdaya Sumaiyah, 43, janda kaya asal Sidotopo Jaya 7/16 Surabaya. Namun dia tidak bisa menikmati kekayaan Sumaiayah, lantaran sopir taksi ini keburu ditangkap Unit Reskrim Polsek Semampir, setelah dilaporkan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan.  

Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sugiati menjelaskan keduanya berkenalan ketika Sumaiyah menumpang taksi yang dikemudikan Samsudin. Selama dalam perjalanan, tersangka mencoba mengakrabkan diri dengan korban. Apalagi tersangka mengetahui jika korban merupakan seorang janda yang kaya. 

“Tersangka mengeluarkan jurus, dengan mengaku sudah menduda lama. Padahal saat ini tersangka sudah berkeluarga, di kampung halamannya di Boyolali, Jawa Tengah," ungkap AKP Sugiati, Jumat (4/8). Usaha mengaku sebagai duda cukup jitu. Korban sempat meminta nomor HP tersangka, dengan alasan untuk memudahkan pemesanan taksi.

“Keduanya sering pergi bersama, hingga tersangka mengetahui kekayaan korban,” terangnya. Niat jahat tersangka muncul untuk memiliki harta benda korban. Caranya korban diajak nikah siri. Jurus tersebut disambut gembira korban. Bahkan korban menuruti saat tersangka meminta mobil, motor dan ingin naik haji. 

Hubungan mereka mulai renggang setelah korban terlibat kasus penjualan motor curian hingga divonis empat bulan. Pada saat korban menjalani proses hukum, tersangka menghambur-hamburkan harta korban. Bahkan Samsudin membawa mobil dan surat-surat berharga yang ada di rumah dan hendak dibawa kabur. 

Aksi ini diketahui tetangga korban yang langsung melaporkannya kepada korban saat masih menjalani hukuman di rutan Medaeng. "Setelah keluar dari penjara, korban melaporkan Samsudin ke polisi, dan langsung kami tangkap di kosnya di kawasan Rungkut," pungkas Sugiharti. 

Kepada polisi Samsudin tidak menampik sejak awal untuk mendapatkan hartanya. Namun dia berdalih tidak memaksa korban untuk memenuhi kebutuhannya. "Korban sendiri yang suka, bahkan saya dijanjikan berangkat haji. Kalau saya pribadi tidak suka, sebab masih lebih cantik istri saya,” ungkap bapak satu anak ini.

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia