Kamis, 24 Aug 2017
radarsurabaya
Politik

Khofifah Akan Daftar lewat Demokrat Akhir Bulan Ini

Kamis, 27 Jul 2017 13:05 | editor : Abdul Rozack

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa (Dokumen Radar Surabaya)

SURABAYA-Penantian Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan melamar ke partai mana untuk maju Pilgub 2018 sedikit terbuka. Pasalnya, Ketua Desk Pilkada DPD Partai Demokrat Jatim Maskur menyatakan bahwa Ketua Muslimat NU itu direncanakan mendaftar pada akhir bulan ini. 

"Rencana yang sudah itu (berkomunikasi mendaftar, Red) Khofifah. Waktunya tanggal akhir nanti, pada 31 Juli. Jadi langsung kembalikan. Timnya sudah diberitahu semua," ujar Maskur saat ditemui di kantor DPD Partai Demokrat Jatim Jalan Kertajaya Indah Timur, Rabu (26/7). 

Selain nama Khofifah, lanjutnya, ada juga Koordinator Bidang Pembangunan Daerah DPP Partai Golkar Zainuddin Amali. Komunikasi dengan anggota DPR RI ini pun sudah dilakukan. "Ada juga nama Fandi Utomo, tapi dia belum melakukan komunikasi kembali. Memang ada ketertarikan (mendaftar untuk Pilgub Jatim, Red)," urainya. 

Sementara itu, dari empat nama yang sudah mengambil formulir ke Demokrat, yakni Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Waketum DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattaliti, dan Kepala Inspektorat Jatim Nurwiyatno. Baru Nurhayati Ali Assegaf yang mengembalikan formulir, tiga orang lainnya belum. 

"Ini pertama yang mengembalikan. Gus ipul (Saifullah Yusuf, Red) belum. Rencanaan Gus Syafi (Kombespol Syafii, Red), mengembalikan Sabtu (29/7). Gus Ipul antara tanggal 28 rencananya. Dalam pengembalian itu, bisa timnya. Tapi harus ada surat kuasa," paparnya. 

Ditempat yang sama, Nurhayati ketika ditemui di kantor DPD Partai Demokrat Jatim mengutarakan kepercayaan dirinya mencalonkan menjadi calon gubernur (cagub). Hal tersebut berdasarkan perkataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam rapat koordinasi menyebutkan, akan mengutamakan kader internal. 

"Kalau pencalonan ini, saya tidak pernah ragu. Saya mendaftar di rumah sendiri, tidak di rumah orang," kata Nurhayati. 

Selain itu, sosialisasi KPU yang masih 50 persen juga menambah kepercayaan dirinya. Ini berarti survei yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir hanya sebesar itu. "Saya tidak merasa tersaingi. Di era demokrasi persaingan masih sangat wajar," tandasnya.

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia