Jumat, 21 Jul 2017
radarsurabaya
Kota Lama
Menilik Sejarah Jalan Kranggan (1)

Nama Kampung yang Diadopsi Sebagai Nama Jalan

Senin, 17 Jul 2017 23:05 | editor : Wijayanto

BAGIAN DARI KERATON: Kranggan yang saat ini menjadi nama jalan dulunya adalah perkampungan zaman kerajaan Surabaya yang menjadi tempat tinggal para pembuat keris.

BAGIAN DARI KERATON: Kranggan yang saat ini menjadi nama jalan dulunya adalah perkampungan zaman kerajaan Surabaya yang menjadi tempat tinggal para pembuat keris. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SURABAYA)

Nama besar Kota Surabaya bukan muncul secara tiba-tiba. Kemegahan Kota Pahlawan ini sudah dikenal jauh sebelum kemerdekaan, tepatnya ketika Surabaya masih berbentuk kerajaan. Meski berupa kerajaan kecil, namun fasilitas yang dibangun oleh pihak keraton cukup lengkap, mulai dari benteng pertahanan, taman, hingga beberapa kluster pemukiman, mulai dari raja hingga rakyat jelata. Salah satunya adalah Kampung Kranggan. 

Menurut ahli sejarah Purnawan Basundoro, sejarah mencatat jika kerajaan di Surabaya terbentuk sekitar tahun 1365. Sebelum menjadi kerajaan, saat itu Surabaya hanya berbentuk kampung-kampung kecil yang berdiri di sepanjang sungai Kalimas. Kampung ini terbentuk tidak lain karena ramainya aktifitas perniagaan pada saat itu. 

"Kemudian pada masa Kerajaan Majapahit, kampung-kampung tersebut di satukan, atau dijadikan sebagai salah satu bagian dari kerajaan, termasuk Kampung Kranggan itu sendiri," ungkap Purnawan. 

Dia menjelaskan, setelah dijadikan sebuah kerajaan, secara otomatis kampung tersebut menjadi salah satu fasilitas istana. Yang mana setiap kampung memiliki nama yang diambil dari kearifan lokal dari kampung tersebut, misal diambil dari nama kegiatan ekonomi masyarakat pada saat itu. 

Dia mencontohkan, nama kampung Kranggan diperoleh dari kata Ronggo yang artinya tempat membuat keris. Nama ini diambil lantaran saat itu penghuni Kampung Kranggan sebagian besar adalah pembuat keris. Selain Kranggan, beberapa kampung lain juga dinamakan sesuai dengan aktifitas warganya, seperti Kampung Tumenggungan. Sesuai namanya, kampung ini merupakan tempat bermukim para Tumenggung kerajaan Surabaya.

"Kampung Kranggan sendiri berada di sebelah timur kerajaan, lokasinya berada tepat di benteng atau pertahanan kerajaan pada saat itu. Sehingga jika ingin masuk ke kerajaan dari sisi timur maka akan melewati kampung ini," ungkapnya. 

Meski hingga saat ini kampung Kranggan masih ada, namun orang lebih menggenalnya sebagai nama jalan. Hal ini terbukti jika kita mencoba mencarinya di mesin pencarian atau internet dengan kata Kranggan, maka yang terlihat adalah sebuah jalan yang berada di samping salah satu pusat perbelanjaan, yakni BG Junction. 

"Nama jalan itu memang diadopsi dari nama kampung Kranggan itu sendiri," pungkas Purnawan. (bersambung)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia