Jumat, 18 Aug 2017
radarsurabaya
Kota Lama
Menilik Sejarah Jalan Kranggan (2)

Tempat Tinggal Para Seniman Keris dan Lukisan

Senin, 17 Jul 2017 23:01 | editor : Wijayanto

MEMILIKI PERAN PENTING: Dulu di zaman kerajaan, Jalan Kranggan ini menjadi pemukiman bagi pembuat keris dan seniman. Namun setelah bangsa asing masuk, aktivitas tersebut hilang.

MEMILIKI PERAN PENTING: Dulu di zaman kerajaan, Jalan Kranggan ini menjadi pemukiman bagi pembuat keris dan seniman. Namun setelah bangsa asing masuk, aktivitas tersebut hilang. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SURABAYA)

Nama Jalan Kranggan yang diadopsi dari kampung Kranggan memiliki sejarah yang menarik untuk diulas. Sebab, pada zaman kerajaan kampung tersebut dihuni olah para Ronggo atau seniman pembuat keris dan pembuatan lukisan.

Sehingga tidak heran jika kerajaan Majapahit memposisikan kampung Kranggan sebagai salah satu fasilitas kerajaan dalam bidang kesenian. Kampung Kranggan di masa kerajaan sudah sangat berbeda dengan sekarang. Sebab, pada masa itu hampir sebagian penduduknya memiliki aktifitas sebagai pengrajin keris. Selain untuk kebutuhan senjata, keris juga menjadi salah satu karya seni. 

Hampir setiap rumah di kampung ini memiliki sejumlah peralatan tradisional layaknya pandai besi untuk membuat aneka keris tersebut. "Berdasarkan cerita, konon setiap melintas di kampung ini, maka akan terdengar suara dentuman besi yang didipihkan menjadi keris," ungkap ahli sejarah Purnawan Basundoro kepada Radar Surabaya. 

Keris yang dibuat oleh para Ronggo tersebut biasanya digunakan sendiri atau dijual ke kerajaan, uang yang diperoleh untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Selaian keris, di kampung ini juga terdapat seniman yang membuat seni lukis. Hanya saja untuk seniman lukis jumlahnya tidak sebanyak para pembuat keris. 

"Sehingga jika melintas di kampung Kranggan, maka orang-orang akan melihat keris serta lukisan yang dipajang di depan rumah para penduduk kampung," terangnya. 

Dosen sejarah Universitas Airlangga ini juga menjelaskan, karena fungsinya sebagai salah satu kampung karya seni, membuat raja seringkali mengajak para tamunya untuk melihat koleksi keris yang dibuat para Ronggo di kampung Kranggan tersebut. Banyak tamu kerajaan yang tertarik memiliki keris tersebut, sebab selain indah keris yang dibuat di kampung ini juga terkenal ampuh. 

"Konon, tidak jarang mereka membelinya untuk digunakan sebagai semacam buah tangan," terangnya. 

Kegiatan pembuatan keris ini berlangsung cukup lama, bahkan setelah kerajaan Majapahit runtuh dan diteruskan kerajaan Demak dan Mataram Islam. Kegiatan itu mulai berkurang setelah bangsa asing masuk ke Surabaya. (bersambung)  

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia