Rabu, 26 Jul 2017
radarsurabaya
Gresik
Tahun Ajaran Baru Sma/Smk Negeri Gresik

Katanya Seragam Gratis, Kok Disuruh Bayar

Senin, 17 Jul 2017 18:35 | editor : Abdul Rozack

PENGENALAN : Kegiatan pengenalan lingkungan di SMAN 1 untuk siswa kelas X yang baru diterima PPDB tahun ini.

PENGENALAN : Kegiatan pengenalan lingkungan di SMAN 1 untuk siswa kelas X yang baru diterima PPDB tahun ini. (ESTI/RADAR GRESIK)

Tahun ajaran baru dimulai hari ini. Sebelum masuk, sejumlah keluhan orang tua wali murid mulai terdengar. Janji Dinas Pendidikan Provinsi Jatim yang menggratiskan 2 potong seragam SMA dan SMK negeri tinggal janji.

SEJUMLAH sekolah masih menarik uang seragam yang dimasukkan dalam pungutan saat daftar ulang. Beberapa wali murid SMAN di Gresik menggerutu ketika mendapati daftar ulang terdapat item pembelian seragam. Mereka mengeluh karena Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Saiful Rachman menegaskan, tahun ini siswa baru akan mendapat seragam gratis dari Pemprov Jatim.

Seragam gratis yang akan diberikan kepada siswa baru dari Dinas Pendidikan adalah kain untuk satu sepasang seragam putih abuabu dan sepasang seragam pramuka. Namun kenyataannya, dari laporan wali murid SMAN 1 Manyar dan SMAN 1 Kebomas ternyata muncul dalam daftar pembelian seragam.

Di sekolah lain, SMAN 1 Kebomas contohnya, pihaknya menyediakan satu potong kain abu-abu putih dan satu potong kaiin pramuka dalam daftar pembelian seragam,. “Daftar pembelian seragam ini merupakan, penawaran daftar dari koperasi untuk kebutuhan siswa selama tiga tahun ke depan,” terang Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMAN Nurus Shobah.

Untuk penentuan jumlah dan harga, disebut Shobah berasal dari masing-masing sekolah. Daftar dan total pembelian seragampun berbeda-beda, termasuk sekolahnya SMAN 1 Kebomas yang lebih murah dari sekolah lain. Ia menyebutkan,

tahun lalu pihaknya menyediakan kain putih abu dua potong dan pramuka dua potong. “Karena tahun ini mendapat bantuan satu potong abu-abu putih dan pramuka, maka kami sediakan satu potong lagi untuk kebutuhan pora siswa tiga tahun ke depan yang kita cantumkan dalma daftar,” jelas dia.

Selain itu, dirinya juga meminta para wali murid untuk lebih cermat lagi. Bahwasanya, daftar harga seragam dari sekolah ini merupakan hal yang tidak diwajibkan. Hal ini sudah ia tegaskan dalam rapat wali murid siswa baru, baru ini. Ditegaskan, wali murid bisa memilih seragam yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab, kain ini akan dibelanjakan sesuai dengan pesanan yang dibutuhkan wali murid.

Apabila seragam bantuan dari pemerintah cukup, maka wali murid boleh tidak membeli seragam yang disediakan koperasi sekolah. “Karena tujuan sekolah menyediakan daftar pembelian kain seragam ini untuk membantu wali murid, terlebih kain yang dipilihpun merupakan kain dengan kualitas terbaik, sebab untuk kebutuhan tiga tahun ke depan,” lanjut dia. 

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Puji Hastuti menuturkan, seragam gratis dari Dinas Pendidikan merupakan upaya untuk meringankan beban masyarakat untuk pengeluaran kebutuhan seragam. Selebihnya,

apabila membutuhkan seragam lebih untuk gantian pemakaian, maka wali murid bisa beli sendiri. “Tidak mungkin anak itu pakai seragam satu, minimal puny adu auntuk gantian,. Khususnya seragam inti seperti putih abu-abu,” Terangnya.

Ia menambahkan, untuk daftar pembelian seragam dari koperasi sekolah merupakan hal yang wajar. Sebab, sekolah ingin membantu wali murid dalam memnuhi kebutuhan seragam siswa. Misal kaos kaki, tanda pengenal dan sebagainya.

Namun, kemabli lagi atas persetuyjuan wali murid. Sehingga, masyarakat harus cerdas memilih dan memilah. “Sekolah tidak mewajibkan pembelian seragam yang diajukan koperasi, wali murid boleh mmbeli apa yang mereka butuhkan di koperasi atau beli sendiri,” imbuhnya. (est/ris)

(sb/ris/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia