Jumat, 21 Jul 2017
radarsurabaya
Politik

Nurwiyatno Melamar Lewat Demokrat

Pilgub Jatim 2018

Minggu, 16 Jul 2017 23:07 | editor : Wijayanto

RAMAIKAN BURSA: Nurwiyatno (mengacungkan jempol) menaiki jeep terbuka diantar para pendukungnya mendaftar ke Partai Demokrat.

RAMAIKAN BURSA: Nurwiyatno (mengacungkan jempol) menaiki jeep terbuka diantar para pendukungnya mendaftar ke Partai Demokrat. (BAEHAQI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Surabaya, Nurwiyatno, tampaknya serius untuk maju dalam pilgub Jatim 2018. Dengan diantar ratusan pendukungnya, Minggu (16/7) siang, pejabat yang sekarang menjabat sebagai kepala Inspektorat Provinsi Jatim tersebut mengambil formulir pendaftaran ke DPD Partai Demokrat Jatim.

Nurwiyatno yang berpakaian putih dan celana hitam diantar ratusan pendukungnya dari kalangan nasionalis yang mengenakan pin bergambar dirinya dengan menggunakan Jeep bak terbuka. Ia langsung mendatangi kantor partai berlambang bintang mercy itu di Jalan Kertajaya Indah.

Seusai mengambil formulir, dia mengatakan bahwa niatnya mendaftar melalui Partai Demokrat karena dianggap sebagai wujud partai nasionalis religius yang paling pas dengan dirinya. "Secara kebetulan, juga dipimpin oleh Pakde Karwo (Soekarwo, Red) yang merupakan gubernur dan atasan saya, sekaligus guru saya," jelas Nurwiyatno.

Kebetulan, Nurwiyatno dan Pakde Karwo merupakan alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Kesamaan inilah yang memantapkannya maju lewat Partai Demokrat. Selain itu, mereka juga sama-sama memiliki latar belakang birokrat.

"Setelah (mendaftar) ini, saya akan membentuk tim untuk mengondisikan (dukungan)," jelasnya. Salah satunya dengan melakukan komunikasi bersama seluruh elemen. Seperti generasi muda, dan beberapa elite partai yang ada di Jatim. Kendati diakui dia, hingga saat ini belum sempurna terbentuk visi dan misi yang bakal diusungnya dalam pertarungan menuju Grahadi-1.

"Soal visi dan misi perlu ada pembahasan antara saya dengan para pendukung. Visi dan misi nanti bagaimana yang baik. Jangan sampai keluar, tapi tidak bagus. Jadi tidak bisa sembarangan, karena menyangkut masyarakat Jatim," paparnya.

Disinggung soal calon lain yang ada saat ini yakni Saifullah Yusuf sebagai bakal calon gubernur (bacagub) yang mendaftar ke Partai Demokrat, PKB dan PDIP, pria yang akrab disapa Cak Nur ini menegaskan bahwa dirinya menyerahkan hal itu ke partai. Apakah nanti dirinya akan diajukan sebagai bacagub juga, atau dipasangkan dengan Saifullah Yusuf sebagai bacawagub, dia belum tahu.

Sedangkan mengenai dirinya yang masih tercatat aparatur sipil negara (ASN), dia menyatakan siap mengundurkan diri jika sudah ditetapkan oleh partai sebagai calon dan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Saya berusaha sesuai dengan aturan yang ada. Bahwa jam kerja saya pukul 07.00 sampai 15.30, dan setelah 15.30 kalau ada hal yang terkait dengan kerja saya di pemerintahan, saya tetap lembur," urainya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pendaftaran, Administrasi, dan Koordinasi Wilayah Desk Pilkada DPD PD Jatim, Maskur mengatakan bahwa hingga saat ini telah ada tiga nama yang mendaftar ke Partai Demokrat. Di antaranya adalah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Nurhayati Assegaf, dan Nurwiyatno. "Ini berarti Partai Demokrat sangat dicintai masyarakat Jatim," kata Maskur. 

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia