Jumat, 28 Jul 2017
radarsurabaya
Surabaya

Pedagang Kayu Dupak Minta Kejelasan Relokasi

Sudah Dilakukan Sosialisasi Empat Kali

Minggu, 16 Jul 2017 06:15 | editor : Abdul Rozack

PASRAH: Pedagang kayu di Jalan Raya Dupak berharap Pemkot menunda penggusuran dari lokasi berjualan saat ini.

PASRAH: Pedagang kayu di Jalan Raya Dupak berharap Pemkot menunda penggusuran dari lokasi berjualan saat ini. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA- Melalui Surat pemberitahuan dari Satpol PP Surabaya soal rencana penertiban disampaikan kepada pedagang kayu yang berjualan diatas saluran sungai Babadan di sepanjang Jalan Raya Dupak Surabaya, Salah satu perwakilan pedagang terus melakukan mediasi dan negoisasi meminta penundaan rencana penertiban pada 18 Juli mendatang.

“Kami mencoba terus melakukan mediasi dan negoisasi sebelum ada penggusuran,” ujar Budi Laksono mewakili pedagang kayu, ditemui di lapak pedagang kayu Jalan Raya Dupak, Sabtu (15/7).

Budi mengatakan, secara pribadi pihaknya berupaya meredam dan memperjuangkan aspirasi pedagang untuk tetap bisa bertahan berjualan dan meminta penundaan penggusuran.

“Kami menilai bukan relokasi, tetapi hanya disediakan tempat sementara untuk penitipan barang. Selain itu, lokasinya masih kurang layak untuk ditempati,” keluh Budi.

Dia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda sementara penggusuran sebelum ada kepastian tempat relokasi. 

“Kalau memang katanya ada rencana relokasi di Jalan Ngagel, secara otomatis pedagang bisa merasa lega. Tetapi, selama ini hanya rencana dan janji-janji saja dari pemerintah kota ,” ungkap Budi.

Budi berharap pasca memfungsikan atau mengaktikan kembali saluran air dengan melakukan pengerukan saluran sungai, pedagang bisa berjualan lagi di tempat semula. Meski demikian, pihaknya tetap mendukung program Pemkot Surabaya.

“Saya akan terus mencoba membantu mediasi antara pedagang dengan Pemkot Surabaya supaya ditunda penggusuran,” tegas dia.

Di tempat sama, salah satu pedagang kayu Sahairi mengatakan, para pedagang siap apabila dilakukan pembongkaran dengan catatan Pemkot Surabaya menyiapkan relokasi tempat baru dan layak untuk berjualan.

“Pemkot memang sudah menyiapkan lahan di Jalan Tanjung Sari, tetapi itu bukan tempat relokasi hanya untuk penitipan sementara,” kata Sahairi.

Di tempat terpisah, Kabid RHU Satpol PP Surabaya Bagus mengatakan, rencana penertiban pedagang kayu di Jalan Dupak sudah dilakukan sosialisasi. “Sebelum penertiban, kita (Satpol PP) Surabaya sudah melakukan sosialisasi sebanyak empat kali dengan memberikan surat pemberitahuan kepada pedagang,” kata Bagus.

Terkait Surat Bantuan Penertiban (Bantib), Bagus menjelaskan, Satpol PP Surabaya sudah menerima surat bantuan penertiban (Bantib) dari dinas terkait. (jar/hen)

(sb/jar/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia