Sabtu, 22 Jul 2017
radarsolo
Sragen

Mangkir Halal Bihalal, Tunjangan PNS di Sragen Dipotong

Sabtu, 15 Jul 2017 19:10 | editor : Bayu Wicaksono

Acara halal bihalal PNS Pemkab Sragen di GOR Diponegoro Sragen.

Acara halal bihalal PNS Pemkab Sragen di GOR Diponegoro Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN)

SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati benar-benar geram melihat ulah para pegawai negeri sipil (PNS) lingkungan pemkab. Pemicunya, banyak para abdi negara ini mangkir tidak hadir dalam acara halal bihalal yang dipusatkan di GOR Diponegoro Sragen kemarin.

Orang nomor satu di Pemkab Sragen inipun mengeluarkan ultimatum. Yakni memerintahkan sekretaris daerah (Sekda) agar memotong tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) PNS yang tidak hadir dalam acara tersebut.

Bupati mengatakan, halal bihalal PNS pada tahun ini dijadikan secara serentak satu lokasi di GOR Diponegoro Sragen. Tujuannya untuk menghemat anggaran daerah. Karena kalau acara ini digelar di masing-masing instansi tentu akan memakan anggaran lebih besar.

“Saya kecewa karenan target semua ASN (PNS) Sragen dapat hadir dan GOR akan penuh, bahkan tidak muat. Tetapi faktanya masih banyak kursi yang kosong,” ujarnya di hadapan para PNS yang hadir di GOR Diponegoro kemarin.

Karena itu, bupati meminta Sekda Sragen Tatag Prabawanto agar PNS yang tidak hadir dalam halal bi halal ini agar dipotong TPP mereka sebesar Rp 100 ribu. Bupati  juga meminta kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ikut bertanggung jawab terhadap presensi kehadiran anak buahnya.

”Uang hasil potongan TPP tersebut bukan untuk bupati, tetapi akan diberikan kepada mayarakat kurang mampu di wilayah Sragen melalui UPTPK Sragen,” tandasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan halal bihalal kali ini menghadirkan KH Fauzi Arkam dari Semarang, untuk memberikan tausiyah. Fauzi memaparkan, untuk membangun suatu negara yang baik harus dengan lima syarat, yaitu dengan ilmu, iman, amal, kebaikan dan rasa malu yang merupakan penjabaran dari akhlak.

 ”Ciri-ciri orang yang sukses yaitu ada waktu untuk diri sendiri, ada waktu untuk sanak saudara, ada waktu untuk merenungkan cipataan Allah, ada waktu untuk Tuhan kalian,” terangnya. (bun)

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia