Sabtu, 22 Jul 2017
radarsolo
Sukoharjo
Hari Lahir Sukoharjo Ke-71

Menuju Sukoharjo Makmur Berlandaskan Pancasila

Jumat, 14 Jul 2017 13:50 | editor : Bayu Wicaksono

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyerahkan trofi WTN kepada Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya (kiri) di Istana Wakil Presiden di Jakarta.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyerahkan trofi WTN kepada Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya (kiri) di Istana Wakil Presiden di Jakarta. (HUMAS PEMKAB SUKOHARJO FOR RASO)

Sukoharjo genap berusia 71 tahun pada 15 Juli. Sepanjang berkiprah dalam tata kelola pemerintahan, sederet penghargaan berhasil diraih kabupaten berslogan Kota Makmur ini. Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir ini, sederet penghargaan skala lokal dan nasional mewarnai eksistensi Kabupaten Sukoharjo dalam kerangka NKRI.

Seolah ingin menegaskan hal tersebut, dalam mameringati Hari Lahir tahun ini, Pemkab Sukoharjo mengambil tema ”Memantapkan Pembangunan di Sukoharjo Menuju Sukoharjo Makmur Dengan Berlandaskan Pancasila”. Pancasila sebagai dasar negara menjadi poin besar atau rujukan bagi pemkab dalam menitikberatkan pembangunan. Baik infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM) nya. Dalam penjabarannya, sila-sila Pancasila menjadi kompas bagi arah pembangunan kabupaten dengan 167 desa/kelurahan ini.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya memaparkan, maksud dari tema tersebut jika dijabarkan dalam konteks pembangunan, yakni ”Gotong Royong”. Mengingat pada dasarnya, semua dapat terwujud jika seluruh warga, stakeholder, dan semua pihak terlibat bersama-sama. ”Mewujudkan Sukoharjo Makmur yang baldatun toyibatun, warobunghofur. Mengedepankan semangat gotong-royong dan mikir bareng-bareng. Sebab tanpa dengan semangat tersebut, mustahil segala cita-cita pembangunan dapat terwujud,” kata Wardoyo. 

Di samping itu, pembangunan yang ada di Sukoharjo selama ini tetap berpegang pada sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Artinya, pembangunan khususnya infrastruktur tidak melihat wilayah tetapi pemerataan. Salah satu contohnya adalah pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok sehingga masyarakat yang ada di daerah pinggiran juga bisa merasakan laju pembangunan.

Keperpihakan anggaran terhadap warga miskin yang dijabarkan dalam santunan kematian, bantuan rumah tidak layak huni, sekolah gratis, kesehatan dan lain sebagainya. Termasuk di dalamnya memberikan fasilitas yang sama pada kaum disabilitas. 

Di samping itu, dalam konteks kekinian, tema tersebut juga mempertegas bahwa persatuan dan kesatuan merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Dengan persatuan dan kesatuan tersebut, maka segala hal yang sifatnya negatif, apalagi ingin memecah-belah warga dan Indonesia pada umumnya, dapat ditangkal.

Dengan kata lain, Pancasila sebagai instrumen penting mempersatukan seluruh warga, khususnya di Sukoharjo. ”Pembangunan untuk kesejahteraan rakyat terus dilakukan dengan tetap menghargai akan perbedaaan,” tutur Wardoyo.

Mengenai berbagai penghargaan yang diraih Pemkab Sukoharjo selama ini, bukanlah keberhasilan individu. Semua merupakan hasil kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak. Sebab tanpa itu semua, mustahil hal tersebut akan terwujud dan dapat diraih. Bupati serta seluruh aparatur pemerintahan yang ada di Sukoharjo, hanyalah perantara dalam menjaga dan menjalankan amanah untuk mewujudkan hal tersebut. (adv/fer)

(rs/yan/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia