Jumat, 28 Jul 2017
radarsolo
Sragen

Pasar Sumberlawang Mulai Dirobohkan

Jumat, 14 Jul 2017 15:05 | editor : Bayu Wicaksono

Bangunan Pasar Sumberlawang sudah mulai dipugar.

Bangunan Pasar Sumberlawang sudah mulai dipugar. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN)

SRAGEN – Bangunan Pasar Sumberlawang sudah mulai dirobohkan. Proyek senilai 13,7 miliar ini dikerjakan PT. Wira Bina Prasamnya.

Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Sumberlawang Boghy Yaeno Wibowo membenarkan bahwa proses lelang telah selesai. ”Sudah selesai, kemarin dinas membuat SPPBJ (Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa),” ujarnya, Kamis (13/7).

Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen bidang aset tengah dalam proses pengahapusan lelang. Bangunan lama dirobohkan dan diratakan dengan tanah untuk persiapan pembangunan pasar yang baru.

Pihak dinas tengah menunggu penyerahan jaminan dari pihak ketiga. Setelah itu pemenang baru tanda tangan surat perjanjian. Dia berharap akhir bulan ini sudah dilaksanakan untuk memulai pembangunan pasar. ”Dalam waktu dekat akan segera dibangun. Waktu pengerjaan proyek 150 hari,” ujarnya.

Jangka waktu lima bulan tentunya bukan waktu yang lama membangun pasar bertingkat. Pihaknya terus memantau progres pembangunan pasar agar mendapat hasil sesuai yang diharapkan. ”Rencana kedepan kita akan intens melakukan pengawasan. Dan dari kami terus dijadwalkan laporan progres pembangunan pasar dalam rentan waktu 1-2 minggu dilakukan pertemuan untuk mengetahui capaian progres,” ujarnya.

Sementara sejumlah pedagang Pasar Sumberlawang berharap pasar segera dirampungkan dan kembali bekerja di pasar utama. Salah satu pedagang Sunarti, 60, mengaku sudah pindah ke pasar darurat sejak Selasa lalu (11/7). ”Sementara dari kami keluhan tidak ada. Masalahnya pelanggan masih mencari lokasi yang baru di pasar darurat,” ujarnya.

Pedagang lain Giyanto, 47,  juga  mengatakan untuk pembeli tidak terlalu anjlok. Menurutnya penurunan para pembeli masih stadart dan bisa ditoleransi. ”Kalau di pasar darurat masih ada 40 kios yang belum berjualan. Kami masih melakukan penataan dengan memberi pembatas,” ujarnya. (bun) 

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia