Sabtu, 22 Jul 2017
radarsemarang
Ekonomi Bisnis

Mudahnya Berbisnis Online Lewat “Google Bisnisku”

Jumat, 14 Jul 2017 14:59 | editor : M Rizal Kurniawan

BERI MOTIVASI: Perancang Busana Kenamaan Anne Avantie menjadi pembicara dalam konferensi " Womenwill" Google untuk pelaku usaha dari kaum wanita di Semarang.

BERI MOTIVASI: Perancang Busana Kenamaan Anne Avantie menjadi pembicara dalam konferensi " Womenwill" Google untuk pelaku usaha dari kaum wanita di Semarang. (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG –  Google secara resmi meluncurkan aplikasi Google My Business (GMB) atau Google Bisnisku dalam Konferensi Womenwill di Chrowne Plaza Semarang, Kamis (13/7) yang menjadi kota keempat setelah Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan terakhir akan dilakukan di Denpasar.

Adapun tujuannya memberikan kemudahan kepada pelaku usaha kecil mikro (UKM) khususnya wanita dalam go-ing online atau menjalankan bisnis dengan perdagangan digital (e-commerce) sebagai strategi dagang (market place).

Konferensi Womenwill yang dihadiri kurang lebih 1.500 kaum hawa kemarin, juga menjadi salah satu fokus Google untuk menjembatani gender gab antara laki-laki dan perempuan yang fokusnya dalam mengangkat ekonomi perempuan melalui kemudahan berbisnis dari konvensional menuju online.

Dalam Konferensi Womenwill itu turut menghadirkan motivator perempuan yang sukses menjalankan bisnis e-commerce yakni perancang busana kenamaan Indonesia Anne Avantie, Owner Meme Florist Mariani dan dari pihak Google Indonesia Fibrianti Elastria serta Fida Heyder.

Consumer Product Marketing Manager Google Indonesia Fibrianti Elastria mengatakan, Indonesia mempunyai isu tentang kesenjangan gender (gender gab) yang semakin besar antara perempuan dengan laki-laki dalam peluang ekonomi .

“Dalam laporan IFC tahun 2016 dengan judul “UKM yang dimiliki wanita di Indonesia” terdapat 51 persen bisnis mikro kecil, tetapi hanya 34 persen bisnis ukuran menengah yang dimiliki,” terangnya.

Selain itu, kata dia, 47 persen pengusaha wanita di Indonesia jarang memanfaatkan teknologi seperti komputer atau gawai dalam mengembangkan bisnisnya. Bahkan usaha kecil mikro (UKM) milik perempuan hanya memberikan 9.1 persen pendapatan domestik bruto (PDB) negara.

Melihat hal itu, Google dari program Womenwill ini serius melakukan pendekatan terhadap pebisnis perempuan agar menaikkan peluang ekonomi yang tidak berimbang bahkan cenderung menurun itu.

“Google Bisnisku memberikan kemudahan pemasaran digital. Semakin mempermudah pebisnis untuk membuat akun yang lebih mudah, cepat dari membuat website untuk berbisnis. Setelahnya, kaum wanita melalui perbaikan ekonomi, akan memberikan impact yang baik terhadap semuanya dimulai dari keluarga,” urainya.

Meski demikian, kata dia, teknologi belum melulu satu-satunya faktor yang menyukseskan pebisnis. Banyak tantangan dari wanita wirausaha seperti modal. Setidaknya di era digital e-commerce memberi peluang besar untuk strategi berdagang daripada sistem konvensional.

Anne Avantie yang menjadi salah satu pembicara utama dalam kegiatan ini memberikan motivasi kepada ribuan perempuan yang hadir agar memanfaatkan teknologi untuk menjalankan bisnisnya di era digital ini.

Ia mencontohkan saat ini menggunakan situs online "AnneavantieMall.com" sebagai market place untuk semakin mengembangkan bisnisnya dengan e-commerce.

"Semua bisa melakukannya, saya orang gaptek (gagapteknologi). Sampai sekarang saya tidak bisa menggunakan komputer. Saya masih belajar menggunakan smartphone, saya tidak malu. Kalau dengan kekurangan saya ini, saya bisa menjalankan bisnis,  maka kita semua pasti bisa," tandasnya.

(sm/dan/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia