Sabtu, 29 Jul 2017
radarsemarang
Radar Semarang
Penegakkan Perda

Tak Terima Ditertibkan, Belasan PKL Imam Bonjol Geruduk Balai Kota

Anggap Satpol PP Arogan

Jumat, 14 Jul 2017 14:48 | editor : M Rizal Kurniawan

MINTA SOLUSI: Belasan pedagang velg dan ban di kawasan Jalan Imam Bonjol didampingi kuasa hukumnya, Zaenal Petir, mendatangi Balai Kota Semarang, mereka menuntut pemkot mencarikan solusi. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG - Sejumlah pedagang yang tergabung dalam paguyuban pedagang kaki lima (PKL) velg dan ban bekas di Jalan Imam Bonjol Semarang melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Semarang, Jumat (14/7/2017). Mereka memprotes eksekusi perobohan 8 lapak pedagang, oleh tim Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Semarang karena dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda). 

Pedagang mempermasalahkan penertiban oleh Satpol PP merugikan pedagang, sebab eksekusi tidak dibarengi dengan solusi. Bahkan sejumlah barang dagangan hilang entah ke mana karena dibawa oleh petugas Satpol PP dengan alasan disita. 

"Selama melakukan evakuasi, Satpol PP tidak melakukan inventarisasi barang apa saja yang disita. Sehingga pedagang kesulitan saat mau mengambil barang miliknya yang disita. Selain itu, barang tersebut juga dalam kondisi rusak. Jelas, ini sangat merugikan rakyat kecil," kata kuasa hukum pedagang, Zaenal Abidin Petir saat mengawal para pedagang melakukan aksi protes di depan Balai Kota Semarang. 

Kasus ini terjadi saat Satpol PP Kota Semarang melakukan eksekusi pada Kamis lalu. Zaenal tidak memermasalahkan Satpol PP soal penertiban dan penegakan Perda. Namun ia menilai bahwa cara Satpol PP dalam menegakkan Perda tersebut tidak adil dan arogan. Jangan sampai terjadi penegakan hukum justru dilakukan dengan cara melanggar hukum. 

(sm/amu/zal/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia