Jumat, 28 Jul 2017
radarsemarang
Features
Romantika Pernikahan Beda Usia

Harus Saling Terbuka dan Terima Kritikan

Minggu, 09 Jul 2017 23:15 | editor : Agus Purwahyudi

JAGA KOMUNIKASI : Abdul Rauf yang meminang istrinya Asih Dwi Cahyani, kini dikaruniai dua anak Raffi Isma Finanda dan Queensha Namira Danaira.

JAGA KOMUNIKASI : Abdul Rauf yang meminang istrinya Asih Dwi Cahyani, kini dikaruniai dua anak Raffi Isma Finanda dan Queensha Namira Danaira. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

ISTRI lebih tua 5 tahun, tak menghalangi Abdul Rauf untuk meminang Asih Dwi Cahyani tiga belas tahun silam atau tepatnya pada tahun 2004. Pria kelahiran Garut 17 September 1982 itu, meminang gadis pujaannya yang lahir 23 Desember 1977 saat masih belia berumur 21 tahun, sementara istrinya sudah berusia matang yakni 26 tahun.

“Jujur saat pacaran dulu, saya nggak tahu kalau usia kami terpaut jauh, karena kami kenal di lingkungan kerja. Jarak umur kami baru ketahuan saat mau mendaftarkan syarat nikah di kantor urusan agama (KUA),” kenang Asih saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Beberapa tahun menjalin hubungan pacaran, keduanya memang tidak mempermaslahkan faktor usia. Rauf mengaku jatuh cinta kepada istrinya karena sering ketemu di tempat kerja, padahal ia sebelumnya tidak menyangka jika Asih yang dikenal galak sebagai admin di sebuah outlet seluler terbesar di Kota Semarang ini bisa menjadi istrinya.

“Dulu dia (istri, red) galak. Saya pernah juga digalakin. Saat itu, nggak ada rasa apa-apa, malah cenderung benci. Saya sempat keluar kerja untuk bekerja di tempat lain selama beberapa tahun. Kemudian balik lagi ke kerjaan lama, malah akhirnya pacaran,” ujar Rauf dengan tertawa.

Walaupun usia keduanya terpaut jauh, keduanya tetap saling menghormati. Apalagi keduanya adalah anak bungsu, walaupun istrinya lebih tua, justru sosok Rauf lah yang lebih dewasa. Apalagi dalam mengatasi kesulitan dalam mengarungi bahtera rumah tangga dengan karakter yang berbeda karena perbedaan generasi. 

“Bagi kami, membina rumah tangga itu nggak ada yang menang atau kalah, tidak ada yang dominan. Semua keputusan atau kesulitan harus diambil demi kebaikan bersama dan harus siap menerima kritikan dan saling menerima masukan. Nggak semua yang tua itu selalu benar dan nggak juga yang muda itu harus selalu mengalah,” tuturnya.

Agar pola pikir dua generasi ini bisa berjalan dengan baik, Rauf ataupun Asih punya komitmen untuk selalu terbuka terkait semua masalah yang ada. Contoh kecilnya adalah masalah keuangan, jika antara suami ataupun istri tidak terbuka, dipastikan terjadi cekcok atau perseteruan. Termasuk keputusan Asih untuk berhenti bekerja demi fokus mendidik dan mengawasi anak.  

“Semuanya harus dikomunikasikan. Meski tidak menampik dalam rumah tangga pasti ada kesulitan seperti kesulitan keuangan. Kalau saya atau istri saya, selalu berkomunikasi. Kalau ada masalah harus di-share agar pemecahannya bisa ditemukan bersama,” tambahnya.

Setelah 13 tahun menikah, kini keduanya telah dikarunai dua anak, yakni Raffi Isma Finanda, 12, dan Queensha Namira Danaira, 7. Sistem mendidik anakpun lebih ditekankan kepada kejujuran dan pendidikan karakter yang tegas dan mau bertanggung jawab. 

“Mendidik anak itu basic dan dasaranya minimal tanggung jawab dan kejujuran. Nanti akan merembet ke sektor lain, jika basic itu bisa berjalan. Masalah mendidik anak pun juga harus dibicarakan dengan istri, agar anak-anak bisa patuh, punya prestasi dan tentunya mematuhi kaidah agama,” ungkapnya.

Karena masih cukup muda, Rauf mengaku jika sampai saat ini masih banyak godaan yang datang kepadanya, terutama dari media sosial, lingkungan kerja maupun dari yang lainnya. Namun karena telah menjalin komitmen, ia lebih memilih untuk membina rumah tangga yang sesuai dengan kaidah agama, bisa membagi waktu antara bekerja dan keluarga, serta selalu terbuka dengan istrinya. 

(sm/ida/den/ap/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia