JawaPos Radar

Kisruh PPDB, Dinas Pendidikan Jateng Coret 78.406 Pendaftar SKTM

12/07/2018, 06:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
PPDB SMA/SMK
ILUSTRASI: Sampai hari ini pihaknya mencatatkan sebanyak 78.406 pendaftar SKTM yang dicoret. Jumlah itu didapat melalui proses verifikasi oleh pihak sekolah. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepala Dinas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo, menyatakan para pendaftar SMA/SMK yang dicoret karena terbukti menyalahgunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tak akan bisa lagi masuk sekolah negeri. Mereka hanya bisa mendaftar di swasta setelahnya.

Alasannya, menurut Gatot, lantaran batas waktu masa pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online telah berakhir. Yakni hanya sejak tanggal 1 hingga 6 Juli 2018 lalu.

"Yang dicoret pada tanggal 7 Juli sampai saat ini, mereka enggak bisa lagi ndaftar di sekolah negeri. Tapi kalau sebelum tanggal itu dan mereka sadar mencabut SKTM-nya bisa masuk, karena masih ada waktu," ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (11/7).

Gatot sendiri menyebut, sampai hari ini pihaknya mencatatkan sebanyak 78.406 pendaftar SKTM yang dicoret. Jumlah itu didapat melalui proses verifikasi oleh pihak sekolah.

Sebagaimana diketahui, total pendaftar SMA negeri pada PPDB online 2018 sebanyak 113.092 orang. Sedangkan jumlah kuota yang disiapkan sebanyak 113.325. Jumlah total pendaftar yang memakai SKTM sebanyak 62.461, namun yang lolos hanya 26.445.

Sedangkan di tingkat SMK, mencapai 108.459 dari total kuota 98.486 yang disediakan atau ada kelebihan 9.973 pendaftar. Pengguna SKTM-nya sendiri sebanyak 86.393, dimana yang lolos hanya 44.003.

"Sesuai jadwal hari ini hasil PPDB online akan diumumkan. Kita usahakan hari ini verifikasi SKTM ini selesai seluruhnya pukul 23.55 WIB," katanya.

Untuk pelaksanaan PPDB online di Jawa Tengah sendiri, Gatot mengklaim tak ada masalah. Termasuk sistem zonasi yang awalnya diperkirakan akan menjadi polemik baru.

"Problem-nya hanya pada SKTM ini. Padahal satu anak bisa mendaftar maksimal empat sekolah dalam satu zonasi. Tapi terkait aturan itu juga tidak ada protes, juga pendaftaran PPDB online," tandasnya. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up