JawaPos Radar

Antisipasi Longsor, Pemkot Malang Bakal Terapkan Zonasi Larangan

12/07/2018, 05:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Plt Wali Kota Malang Sutiaji.
Plt Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau lokasi longsor sampah. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang di Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang saat ini memang terbilang rawan longsor. Apalagi dengan volume sampah yang terus bertambah setiap harinya. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kedepannya akan memberikan tanda zona rawan agar pemulung tidak masuk ke area berbahaya.

Plt Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, berdasarkan laporan DLH, lahan di TPA memang lahan yang rawan. Oleh karena itu, kedepannya akan diberi tanda khusus seperti papan tulisan untuk mencegah pemulung masuk ke zona rawan. 

"Mungkin nanti kedepan di sini akan dikasih tanda-tanda khusus seperti papan tulisan rawan. Yang nanti sekiranya pemulung tidak mendekat karena zona rawan," ujarnya saat meninjau lokasi longsornya tumpukan sampah, Rabu (11/7).

Sutiaji menerangkan, menurutnya, para pemulung tersebut masih nekat mencari sampah di area rawan karena sampah disana bernilai tinggi. Padahal, beberapa pemulung lain sudah melarangnya. "Tapi karena sampah itu sampah yang nilai harga jualnya tinggi, maka walaupun sudah dilarang pun tetap ingin menjangkau," kata dia.

Akibatnya, ketika tumpukan sampah tersebut tiba-tiba longsor, akhirnya membahayakan nyawa pemulung itu sendiri. Dengan adanya peristiwa tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan secara terus menerus. 

"Walaupun sudah dikasih tanda larangan, tapi kadang-kadang justru dilarang itu malah dilanggar," kata dia. 

Selain itu, lanjut Sutiaji, pihaknya melihat jika lahan TPA sudah cukup memprihatinkan. "Setiap hari ada 500 ton sampah dengan 150 truk kesini. Ini terus menumpuk dan kami cari solusi yang terbaik," terangnya. 

Hal itu nantinya juga menjadi pembelajaran bagi Pemkot dan bagi pemulung supaya tidak mengesampingkan keselamatannya. 

Sebelumnya, ada satu pemulung yang tertimbun longsor sampah, Rabu (11/7) siang. Hingga saat ini, pemulung bernama Agus Surjono tersebut belum ditemukan.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up