JawaPos Radar

Malang Sampai 13 Derajat, Begini Gaya Kaum Milenial Hadapi Dingin

06/07/2018, 18:14 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Malang Sampai 13 Derajat, Begini Gaya Kaum Milenial Hadapi Dingin
DINGIN: Suasana di salah satu hutan pinus di Malang. Suhu terendah di Malang capai 13 derajat celcius. (Tika Hapsari/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Beberapa hari belakangan, Malang, Jawa Timur, diselimuti hawa dingin. Bahkan, berdasarkan aplikasi Accu Weather, Jumat (6/7) pagi, suhu terendah adalah 13 derajat celsius.

Leli, 28, warga pendatang Kota Malang mengaku, kondisi saat ini adalah suhu paling dingin selama dua tahun terakhir. Tahun lalu, menurut perempuan asal Solo tersebut, suhu terendah yang ditampilkan Accu Weather adalah 16 derajat celsius. Sementara saat ini, 13 derajat celsius.

Kondisi ini yang membuat perempuan pencinta kopi itu terpaksa mandi dengan air hangat, meski waktu sudah beranjak siang. "Biasanya kalau sudah siang, mandinya pakai air dingin dong. Tadi pakai air hangat, nggak kuat sama hawanya," katanya kepada JawaPos.com.

Bahkan, ketika beraktivitas pun dia mengenakan jaket ala musim dingin beraksen bulu-bulu. Namun, cara ini rupanya tidak cukup ampuh untuk membuat hangat. "Pake jaket musim dingin, tetep aja semriwing," kekehnya.

Lain lagi dengan Belinda Ameliyah, 33. Salah satu fashion designer asal Malang itu mengaku tulangnya sampai kesakitan. Pasalnya udara terlampau dingin. "Di kamar kan AC maksimal 16 derajat celsius. Nah ini 13 derajat. Sampai sakit tulang aku," kata perempuan bertubuh mungil itu.

Namun, bagi dia, hawa dingin ini mendatangkan keuntungan tersendiri buatnya. Desainer khusus pakaian Muslim ini menjelaskan, dia bisa punya kesempatan untuk mengenakan baju-baju ala winter tanpa takut dikatakan salah kostum.

Dia jadi tidak takut ke mal dengan mengenakan busana ala winter dipadu dengan sepatu boots. Padahal biasanya dia hanya mengenakan sneakers. Bukan hanya berpenampilan berbeda, momen ini juga dimanfaatkan oleh perempuan yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC) untuk promosi koleksi terbarunya.

"Baju desain saya kan kebanyakan fall winter. Jadi ini bukan aku untuk promo," katanya sembari tersenyum.

Warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Christo Richardson, 30, menjelaskan, beberapa hari terakhir dia punya kebiasaan baru. Yakni minum kopi di pagi hari. Berdalih cuaca dingin juga, laki-laki berdarah Manado ini juga mengaku bangun lebih siang. "Biasanya nggak pernah, karena cuaca dingin jadi minum kopi," kata dia.

Jika ada warga yang memilih untuk mandi dengan air hangat atau bangun lebih siang, berbeda dengan Dendy, 30. Warga Singosari, Kabupaten Malang itu memilih tetap bangun pagi dan mandi dengan air dingin. Hanya saja, butuh waktu lebih lama ketika mandi. Alasannya, adaptasi dengan suhu air yang dingin.

"Sambil ngumpulin niat mandi, makanya lama," katanya terbahak.

Pengusaha rental mobil ini juga memilih untuk tidak keluar di malam hari. Jika terpaksa harus keluar rumah, dia memilih untuk menggunakan roda empat. "Tapi kalau mobilnya keluar (disewa) ya urusannya ditunda besok," tandas dia.

(tik/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up