Kamis, 17 Aug 2017
radarmojokerto
Mojokerto

Target Pembangunan Kantor DPRD Diprediksi Meleset

Sabtu, 12 Aug 2017 23:55 | editor : Mochamad Chariris

Pembangunan Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto di Jl RA Basuni, Sooko, mendapat atensi dewan.

Pembangunan Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto di Jl RA Basuni, Sooko, mendapat atensi dewan. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Target DPRD Kabupaten Mojokerto segera berpindah ke gedung baru di Jalan RA Basuni, Sooko, diperkirakan bakal meleset. Mengingat, pembangunan di tahap dua ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Salah satu anggota dewan yang meragukan rampungnya pembangunan hingga akhir tahun 2017 ini adalah Aang Rusli Ubaidillah. Menurut Ketua Komisi C ini, ketika melihat progres pembangunan saat ini, diperkirakan pembangunan bisa molor. ’’Kayaknya kalau awal tahun, belum bisa pindah,’’ paparnya.

Dari pantauan di lokasi, pembangunan saat ini tengah berlangsung. Puluhan pekerja disibukkan dengan pemasangan batu bata yang akan menjadi tembok penutup rangka beton. Sementara, dari target dewan, seharusnya saat ini pembangunan sudah sampai ke finishing.

Aang menuturkan, lambannya pembangunan ini, seharusnya segera disikapi rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. ’’Harus ada penambahan pekerja. Biar dilembur dan bisa selesai akhir tahun ini,’’ terangnya.

Jika memang nantinya tak bisa menyelesaikan sesuai target, politisi Demokrat ini meminta eksekutif untuk lebih serius menerapkan sanksi. Rekanan hanya akan dibayar sesuai pekerjaan yang telah dilakukan. ’’Jadi, ada sanksi keterlambatan. Ada pula yang berupa pemutusan kontrak,’’ pungkas Aang.

Senada diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi. Ia juga meragukan bisa segera pindah ke kantor baru. Alasannya, pembangunan sampai saat ini belum sesuai perencanaan awal. Ismail memprediksi, paling cepat pembangunan akan bisa rampung pada pertengahan 2018 nanti. Sehingga, seluruh dewan bisa boyongan ke kantor baru di tahun 2018 akhir. ’’Itu prediksi paling cepat,’’ ujarnya.

Pembangunan gedung dewan ini dilakukan secara bertahap. Di tahun 2016 lalu, pemda mengalokasikan dana Rp 9,3 miliar. Pembangunan ini hanya menyentuh pembangunan dasar. Sedangkan, di tahun 2017, pemda kembali mengalokasikan dana sebesar Rp 25,5 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan gedung parlemen daerah ini, lantaran gedung yang ada saat ini, jauh dari tingkat kebutuhan. Kebutuhan ruang minimal 30 ruangan. Sementara yang ada saat ini, tak lebih dari separuhnya saja. Kekurangan itu, dengan rincian, ruang paripurna yang memuat 50 angota dewan dan 200-an undangan, ruang badan anggaran yang memuat 50 peserta rapat, ruang badan musyawarah yang memuat 50 peserta rapat.

Ruang lainnyaa adalah empat ruang komisi yang dapat dimanfaatkan untuk rapat yang mampu menampung 30 orang, ruang Badan Kehormatan (BK), ruang Badan Legislasi (Banleg), ruang aspirasi, serta 10 ruang fraksi yang memuat 10 anggota fraksi berikut staf fraksi. Serta empat ruang untuk pimpinan dewan, ruang VVIP untuk Muspida, ruang sekretaris DPRD, tiga ruang Kepala Bagian, ruang staf skretariat yang memuat 100 staf serta gudang dan dapur.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia