Senin, 21 Aug 2017
radarmojokerto
Lifestyle

Bikin Senyum Makin Indah dan Sehat

Sabtu, 12 Aug 2017 22:47 | editor : Mochamad Chariris

Foto diperankan oleh model.

Foto diperankan oleh model. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

TREN pemasangan behel gigi di kalangan sosialita memang tenar. Selain sebagai gaya-gayaan, penggunaan behel gigi ternyata juga untuk menunjang penampilan agar tampak sedap dipandang. Namun tahukah anda, dibalik indahnya behel yang terpajang di gigi, tersimpan banyak perjuangan berat yang tak bisa ditawar. Satu diantaranya harus rela berat badan (BB) yang pasti turun drastis.

Tak dapat dipungkiri, gigi merupakan salah satu bagian dari anggota tubuh yang sangat vital. Selain sebagai alat pencernaan, tumbuhnya gigi ternyata juga mempengaruhi kesehatan dan kecantikan seseorang agar sedap dipandang. Terutama di kalangan wanita sosialita yang kini berlomba-lomba merawat giginya. Salah satunya lewat pemasangan behel yang ngetren sejak 3 tahun belakangan.

Ya, selain untuk merapikan tatanan gigi, behel ternyata juga mampu mempercantik raut wajah para wanita agar terkesan seksi. Hal itu terlihat dari gaya bicara dan mimik wajah mereka yang berubah setelah memakai behel. Dimana kesan pipi yang lebih tirus sebagai tanda keseksian sangat tampak jelas setelah memakai behel.

Pernyataan itu yang diakui Devi Anggraini,  ABG asal Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Devi mengakui, jika behel cukup menunjang karirnya di bidang Organizer Event dan marketing yang ia geluti sejak setahun terakhir.

Meski bukan satu-satunya faktor, namun behel ternyata mampu menarik perhatian orang terhadap penampilannya. ’’Pakainya sejak setahunan ini dan cukup enjoy. Kan kalau untuk menarik simpati orang banyak, penampilan harus ditonjolkan,’’ terangnya.

Namun, Devi mengakui, dibalik keseksiannya saat memakai behel, tersembunyi perjuangan yang begitu berat dan tak bisa dielakkan. Betapa tidak, menahan rasa nyeri yang luar biasa mau tak mau harus diterima saat pertama kali behel dipasang.

Nyeri tersebut akibat tarikan kuat karet yang mengikat kawat dan bracket yang terpasang menyatu. Kekuatan itu berguna untuk mengubah posisi gigi ke arah yang diinginkan. ’’Kalau yang baru pertama kali pasang, sakitnya itu sampai-sampai menjalar ke semua bagian kepala sehingga ikut ikut-ikutan pusing. Sakit itu paling lama dua mingguan sejak dipasang,’’ tutur gadis 21 tahun ini.

Akibat nyeri itu, seluruh anggota badan seolah terasa tidak enak untuk bergerak. Bahkan, saat mulut dipakai untuk ngobrol dan makan pun juga tak enak. Hingga banyak kalangan wanita kehilangan selera makan lantaran tidak bisa menikmati makanannya secara utuh. Akibatnya, banyak wanita yang harus kehilangan bobot tubuhnya hingga puluhan kilogram.

’’Berat tubuh saya sempat turun 4 kilo, dari 53 kilo ke 49 kilo. Karena memang nggak bisa makan. Nah, kalau lapar ya makannya bubur atau pisang terus dicampur dengan sayuran yang lembek. Untungnya setelah dua minggu saya paksakan makan, akhirnya jadi kebiasaan dan sudah tidak sakit lagi,’’ ungkap Devi lagi.

Meski demikian, banyak kalangan ABG yang tetap ngotot memakai behel meskipun harus mengorbankan banyak hal. Nah, agar bobot dan penampilan tetap terjaga, kontrol dan pembenahan behel ke dokter spesialis pun dibutuhkan.

Durasi kontrol pun bermacam-macam, bisa dua minggu sekali hingga sembulan sekali, tergantung dari kekuatan behel. ’’Kalau kontrol itu sekalian ganti karet. Kalau sudah sering ganti, gigi pasti sudah terbiasa dan tidak akan sakit lagi,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia