Rabu, 26 Jul 2017
radarmojokerto
Mojokerto

Keberangkatan Ratusan CJH Terancam Tertunda

Senin, 17 Jul 2017 08:00 | editor : Mochamad Chariris

CJH mengikuti manasik haji yang digelar KUA Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

CJH mengikuti manasik haji yang digelar KUA Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Sebanyak 224 calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Mojokerto belum menjalani vaksinasi meningitis. Jika tidak segera melaksanakan pemeriksaan kesehatan, ratusan CJH tersebut terancam ditunda keberangkatannya. Mengingat, jadwal penerbangan dilaksanakan Agustus depan.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto, Hartadi mengungkapkan, vaksinasi merupakan salah satu syarat wajib bagi CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci. Hal itu bertujuan untuk mencegah terpaparnya penyakit radang selaput otak. ”Selain itu, pemeriksaan juga harus dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan jamaah,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dinkes mencatat, hingga hari ini yang sudah menjalani vaksinasi meningitis masih sekitar 1.660 orang. Sehingga, masih ada 224 CJH belum melaksanakan vaksinasi. Hartadi menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 12 Tahun 2017, setiap CJH harus melaksanakan vaksin paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan. ”Minimal 30 hari sebelum berangkat harus dipastikan sudah divaksin,” tandasnya.

Sehingga, bila dalam rentang waktu tersebut belum melakukan vaksin, maka, jadwal keberangkatan bisa ditunda. ”Berangkatnya ditunda ke kloter berikutnya,” ujarnya. Karenanya, dia mengimbau CJH yang belum melaksanakan vaksin segera datang ke puskesmas terdekat. Khusunya bagi CJH yang masuk dalam kloter (kelompok terbang) 58, di mana jadwal penerbangan ditentukan tanggal 17 Agustus  mendatang melalui Embarkasi Surabaya (SUB). ”Keputusannya nanti tergantung embarkasi. Yang pasti, pemberian vaksin tidak bisa ditawar lagi,” pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia