Jumat, 28 Jul 2017
radarmojokerto
Mojokerto

Sediakan PSK, Warung Ini Dibongkar Satpol PP

Kamis, 13 Jul 2017 08:55 | editor : Mochamad Chariris

Satpol PP Kota Mojokerto membongkar warung diduga menyediakan PSK di Jalan Raya Bypass Mojokerto, Rabu (12/7).

Satpol PP Kota Mojokerto membongkar warung diduga menyediakan PSK di Jalan Raya Bypass Mojokerto, Rabu (12/7). (Fendy Hermansyah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Satpol PP Kota Mojokerto menangkap basah dua penjaja seks komersial (PSK) di dua warung area Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto. Bangunan penyedia praktik prostitusi tersebut pun dibongkar petugas.

Pasca Lebaran, satpol PP sudah mengincar sejumlah tempat yang masuk daerah rawan prostitusi. Kendati tahun lalu sudah dinyatakan Kota Mojokerto bersih prostitusi, petugas nyatanya mengendus praktik prostitusi di dua titik rawan. Di antaranya, Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto dan area eks lokalisasi Balongcangkring.

Pekan lalu, di area jalan bypass, petugas memergoki dua PSK menemani tamu di warung yang berbeda. Setelah diinterogasi, kedua PSK tersebut membenarkan jika dirinya berpraktik prostitusi di lokasi tersebut sejak lama. Bahkan, untuk setiap transaksi prostitusi, mereka diwajibkan membayar jasa tempat sebesar Rp 20 ribu.

Dua PSK tersebut adalah (sebut saja) Anggrek, 35, asal  Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, dan Melati, 34, asal Kabupaten Pasuruan. Kepada petugas, mereka mengaku, biasa mangkal di warung dekat perlintasan kereta api (KA) Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

’’Tiap hari mereka mengaku melayani dua sampai tiga lelaki hidung belang. Tiap transaksi, wajib bayar Rp 20 ribu ke pemilik warung,’’ ungkap Sugiono, Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto, kemarin. Disebutkan pula, setiap transaksi durasinya mencapai dua jam alias short time. Dengan jasa prostitusi mencapai Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu.

Atas praktik tersebut, petugas langsung memberikan sanksi. Warung atau bangunan penyedia dibongkar. Petugas memberikan waktu pemilik bongkar sendiri warung yang menyediakan kamar/bilik jasa prostitusi tersebut selama tiga hari. ’’Sampai hari ini (12/7) ternyata tidak dibongkar, akhirnya kita bongkar paksa,’’ terang Sugiono.

Dari dua warung yang ditarget dibongkar paksa, baru satu yang terbongkar. Satu lainnya sempat ditunda karena pemilik warung ketika akan dibongkar mengalami syok dan kejang-kejang. Petugas sempat membawa pemilik ke RSUD Kota. ’’Warung itu harus tetap dibongkar,’’ tandas Sugiono.

Sekretaris Satpol PP Imam Susadi, menerangkan, atensi terhadap praktik prostitusi terus digencarkan. Lebih-lebih, informasi yang dihimpun pihaknya, rupanya praktik prostitusi nyatanya kembali marak. ’’Lokasi rawan seperti Balongcangkring dan bypass masih ada praktik prostitusi. Bahkan, informasi yang didapatkan banyak pendatang baru dari luar kota dan berusia muda,’’ terang dia.

Atas kondisi itu, pihaknya akan terus mengatensi dan menggelar operasi bersih prostitusi. Selain itu, pihaknya juga terus menginventarisasi lokasi rawan prostitusi lainnya seperti rumah kos. ’’Di Balongcangkring terus kita halau. Karena, di sana dijadikan tempat saja. Sedang, PSK-nya kos di luar,’’ tambah Imam. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia