Rabu, 26 Jul 2017
radarmojokerto
Mojokerto

Banyak Diprotes, Dewan Pastikan Revisi Aturan PPDB

Rabu, 12 Jul 2017 14:48 | editor : Mochamad Chariris

Wali murid mendampingi buah hatinya saat mengisi formulir pendaftaran PPDB di SMPN 1 Mojosari.

Wali murid mendampingi buah hatinya saat mengisi formulir pendaftaran PPDB di SMPN 1 Mojosari. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini menuai protes dari sejumlah kalangan. Tidak hanya orang tua yang mengaku menjadi korban aturan pemerintah. Namun, tak sedikit pihak sekolah yang kesal lantaran kekurangan siswa.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Mojokerto Ainur Rosyid menegaskan, aturan tentang PPDB tahun ini terbilang paling banyak menuai protes. Makanya, dia memastikan bakal melakukan evaluasi mendalam. ”Revisi itu sudah pasti,” ujarnya.

Dikatakan dia, revisi itu meliputi adanya besaran pagu dan rombongan belajar (rombel), hingga zonasi yang menjadi keluhan wali murid. ”Cukup banyak yang harus disempurnakan. Makanya, saya berani memastikan harus ada evaluasi,” papar politisi PPP ini.

Aturan PPDB di Kabupaten Mojokerto memang menuai polemik. Banyak sekolah tingkat SMP Negeri yang mengalami kekurangan siswa. Tak sedikit pula siswa yang terpaksa sekolah dengan jarak yang sangat jauh dari tempat tinggal. Lantaran zonasi yang ditetapkan dispendik hanya mengacu atas data di atas kertas.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia