Kamis, 17 Aug 2017
radarmadura
Sampang

Anggaran Tiga OPD Ratusan Miliar Ngendon di Kasda

Minggu, 13 Aug 2017 15:12 | editor : Abdul Basri

SAMPANG – Realisasi anggaran tiga organisasi perangkat daerah (OPD) di Sampang masih seret. Yakni DPUPR yang baru menyerap anggaran 8 persen, DPRKP 18 persen, dan DPMD 30 persen. Anggaran ratusan miliar untuk tiga OPD itu masih ngendon di kas daerah.

Anggaran untuk DPUPR Sampang sebesar Rp 206.403.959.400, DPRKP Rp 44.534.136.000, dan DPMD Rp 6.785.846.000. Anggaran tersebut banyak belum terserap disebabkan perencanaan yang kurang sistematis. Terutama saat melakukan pekerjaan fisik (selengkapnya lihat grafis).

Anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Anwar Sanusi menyatakan, rata-rata serapan anggaran sampai triwulan III di setiap OPD tidak memenuhi target. Yang paling memprihatinkan DPUPR, DPRKP, dan DPMD. ”Semuanya tidak ada yang sampai 50 persen,” ungkapnya Sabtu (12/8).

Dia menyayangkan uang ratusan miliar tersebut ngendon di kasda. Dia menjelaskan, saat rapat penyusunan KUA-PPAS, disepakati bahwa persiapan 2018 perencanaan harus dikerjakan. Hal itu sebagai formulasi baru terhadap pemkab agar serapan anggaran yang selalu terkendala bisa teratasi. ”Perencanaan kurang sistematis,” jelasnya.

Dia meminta agar PAK 2017 masing-masing OPD difokuskan pada perencanaan 2018. Tujuannya, pada 2018 sudah tidak lagi nol perencanaan. ”Jadi tahun depan tinggal menyempurnakan perencanaan. Tidak mulai dari nol lagi,” ujarnya.

Dia meminta OPD menggenjot percepatan penyerapan anggaran dan membuat program kerja inovatif. Di sisi lain, bupati hendaknya mendorong agar serapan anggaran betul-betul digenjot. ”Selama ini yang saya lihat progres program kerja OPD tidak jelas. Tidak ada step by step-nya. Nunggu tugas menumpuk dulu,” tudingnya.

Kepala DPUPR Sampang Sri Andoyo Sudono mengakui serapan anggaran di instansinya masih rendah. Dia menyatakan tidak hanya DPUPR yang serapan anggarannya rendah. ”Kami terus perbaiki untuk memaksimalkan serapan anggaran,” kelitnya.

Kepala DPRKP Sampang Abd. Hannan mengklaim serapan anggaran di instansinya sudah sesuai perencanaan. Artinya, kata Hannan, serapan anggaran di lembaganya tidak tergolong rendah. ”Sudah 20 persen lebih. Proses lelang sudah dilaksanakan. Semua sudah diusulkan,” klaimnya.

Dia menolak instansinya disebut rendah dalam menyerap anggaran. Dia mengaku sudah melaksanakan lebih awal kegiatan. ”Angka 20 persen sudah normal. Tidak rendah. Proses sudah, tinggal penetapan dan pelaksanaan,” tukasnya.

(mr/ghi/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia