Jumat, 18 Aug 2017
radarmadura
Hukum & Kriminal
Pansel Lelang Jabatan Lapor Polisi

Merasa Tak Lakukan Pungli Pemilihan Kepala DPMD

Minggu, 13 Aug 2017 15:02 | editor : Abdul Basri

TAK TERIMA: Pansel lelang terbuka tahap ii calon pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Bangkalan lapor polres Sabtu (12/8).

TAK TERIMA: Pansel lelang terbuka tahap ii calon pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Bangkalan lapor polres Sabtu (12/8). (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Panitia seleksi (pansel) lelang terbuka tahap II calon pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Bangkalan mendatangi polres Sabtu (12/8). Pansel melaporkan Fandre Ardiansyah, 30, karena dinilai melakukan fitnah.

Pansel menganggap, tuduhan dugaan pungutan liar (pungli) terkait jabatan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan tidak berdasar. Begitu juga informasi mengenai peserta lelang terbuka dimintai uang Rp 250 juta disebut tidak benar oleh pansel.

Sekitar pukul 12.00 kemarin, tim pansel mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bangkalan. Tim terdiri dari Ketua Pansel Muhammad Gufron, Sektretaris Pansel Hadari, serta tiga anggota pansel yakni Dr H Rachmad Hidayat, Syafik, dan Bakhtiar Pradinata. Atas laporan tim pansel itu, Polres Bangkalan menerbitkan surat dengan Nomor LP/197/VIII/2017/JATIM/RES BKL.

Muhammad Gufron mengatakan, tim pansel lelang terbuka tahap II sengaja datang dan melapor ke polres karena merasa tidak pernah melakukan pungli untuk mengisi jabatan kepala DPMD Bangkalan. Dia juga menepis ada permintaan uang sebesar Rp 250 juta.

Gufron menyatakan, Fandre Ardiansyah hanya berkoar-koar di media massa, baik cetak maupun online. Atas dasar itu, tim pansel melaporkan Fandre Ardiansyah ke Polres Bangkalan.

Menurut Gufron, tuduhan dugaan pungli Rp 250 juta untuk proses lelang jabatan menjadi kepala DPMD merupakan fitnah. Kata dia, tindakan kotor itu tidak pernah ada. ”Kami ingin meluruskan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, tim pansel tidak melaporkan semua media massa yang menerbitkan pemberitaan mengenai dugaan pungli itu. Sebab, wartawan yang telah menulis berita tersebut berdasar hasil wawancara dengan Fandre Ardiansyah. Pansel hanya melaporkan Fandre Ardiansyah ke polisi.

Gufron berharap, polisi mengusut dugaan fitnah dan pencemaran nama baik itu. ”Kami datang ke sini (polres, Red) untuk meluruskan. Istilahnya kami punya hak, yang menentukan salah atau benarnya (polisi selaku) yang berwajib,” paparnya.

Sementara itu, Fandre Ardiansyah tidak mau memberikan penjelasan saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura kemarin. ”Saya no comment,” katanya singkat.

Sebelumnya, Fandre Ardiansyah menyebut seleksi pengisian jabatan kepala DMPD Bangkalan terdapat tahapan yang tidak beres. Yaitu, kalau ingin menjadi kepala DMPD, bayar Rp 250 juta ke pansel. Menurut dia, informasi itu tidak mengada-ada.

Fandre Ardiansyah mengaku tidak takut karena infromasi itu fakta. Informasi itu berdasar pengakuan orang dekat Fandre Ardiansyah yang merupakan peserta lelang jabatan. Kata dia, peserta lelang jabatan dimaksud dimintai uang Rp 250 juta namun hanya mampu memberikan Rp 100 juta. Akibatnya, peserta lelang dimaksud tidak lolos.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo menyatakan, pihaknya kemarin sebatas meminta keterangan pelapor. Selanjutnya, polisi akan meminta keterangan Fandre Ardiansyah selaku terlapor. Polisi juga akan meminta keterangan dari pihak media massa yang memuat berita dugaan pungli tersebut.

Kalau unsur pidana dalam laporan itu ada, lanjut Anton, kemudian didukung alat bukti kuat, bisa dinaikan ke penyidikan. Setelah itu, dilakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka. ”Kami masih proses meminta keterangan,” katanya. (bam/hud/luq)

 

KUNCI:

(mr/bam/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia