Jumat, 18 Aug 2017
radarmadura
Pamekasan

75 Ribu Ton Garam Impor Tiba

Minggu, 13 Aug 2017 15:00 | editor : Abdul Basri

SUMBER PENGHASILAN: Petani berada di tambak garam di Kecamatan Galis, Pamekasan, Sabtu (12/8).

SUMBER PENGHASILAN: Petani berada di tambak garam di Kecamatan Galis, Pamekasan, Sabtu (12/8). (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Rencana impor garam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bukan isapan jempol. Pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) merealisasikan rencana itu. Sebanyak 75 ribu ton garam didatangkan ke Indonesia.

Direktur Keuangan PT Garam Anang Abdul Qoyyum mengatakan, pemerintah memutuskan impor garam. Sebab, faktor cuaca yang tidak normal membuat jumlah produksi garam sangat minim.

Bahkan sempat terjadi kelangkaan yang mengakibatkan harga garam sangat tinggi. Hal itu berdampak pada perekonomian kecil menengah. ”Pemerintah memutuskan impor,” katanya Sabtu (12/8).

Anang menyatakan, pemerintah mendatangkan garam luar negeri sebanyak 75 ribu ton. Garam impor yang masuk ke bumi pertiwi itu diangkut selama tiga tahap melalui jalur laut. Pembongkaran dilakukan di lokasi berbeda.

Dijelaskan, kali pertama, sebanyak 22.500 ton garam tiba pada Kamis (10/8). Garam tersebut mendarat di Pelabuhan Ciwandan, Banten. Kemudian, 25 ribu ton garam kembali tiba di Indonesia pada Jumat (11/8).

Impor garam tahap II itu tiba malam hari di Surabaya. Nah, kemarin, 27.500 ton garam impor juga tiba di Indonesia. Kristal putih itu diangkut menggunakan Kapal MV Golden Kiku di Dermaga Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Garam yang diangkut pada tahap III itu akan didistribusikan ke sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan wilayah timur Indonedia.

Menurut Anang, garam tersebut tidak dibagikan kepada sembarang unit usaha. Garam itu bakal didistribusikan kepada industri kecil menengah (IKM) yang memiliki rekomendasi dari pemerintah melalui dinas perindustrian.

Anang menegaskan, pemerintah membatasi impor garam hanya 75 ribu ton. Jika ada penambahan, harus melalui rapat dan koordinasi dari sejumlah pihak terkait. ”Garam yang di impor keseluruhan 75 ribu ton,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, impor garam memang harus dibatasi. Jika pemerintah terlalu banyak mendatangkan garam dari luar negeri, bisa berdampak buruk pada penyerapan garam rakyat.

Dia meminta, tidak ada penambahan garam lagi dari luar negeri. Mengingat, produksi garam di dalam negeri mulai lancar karena cuaca berangsur normal. Dengan demikian, ketersediaan garam diyakini melimpah. ”Jangan nambah impor lagi agar penyerapan garam rakyat maksimal,” tandasnya.

(mr/pen/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia