Jumat, 28 Jul 2017
radarmadiun
Hukum & Kriminal

Perempuan Muda Ini Nyambi Jadi Kurir Sabu Plus - Plus

Rabu, 12 Jul 2017 07:00 | editor : Budhi Prasetya

Tasya dengan wajah dibungkus balaclava saat digelandang polisi, Selasa (11/7).

Tasya dengan wajah dibungkus balaclava saat digelandang polisi, Selasa (11/7). (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Laiknya pengusaha jasa, Tasya nampaknya sadar betul pelayanan jadi kunci utama keberhasilannya. Tidak heran jika perempuan muda asal Karangtengah Prandon, Ngawi ini menyediakan layanan plus-plus. 

Sayangnya, perempuan cantik berumur 25 tahun itu memberikan layanan yang melanggar hukum. Selain biasa melayani laki-laki hidung belang di atas ranjang, dia diduga juga menawarkan pesta sabu-sabu. 

Petualangan plus - plus Tasya berakhir saat mendapat tamu I Putu Leo, 31, sopir bus antarkota-antarprovinsi. Polisi menangkap Leo sesaat setelah menebus sabu seberat 0,48 gram atas suruhan teman tidurnya itu, awal Juli lalu. 

Kasat Resnarkoba Polres Madiun Kota AKP Sukono menyebut jika anak buahnya harus mengejar Leo hingga tertangkap di kawasan Pasar Baru Magetan. Pasalnya, buruannya itu sadar jika dibuntuti polisi hingga sempat membuang sabu di dekat traffic light Desa Sukolilo, Jiwan. 

Terkait asal-usul barang haram itu, Leo akhirnya menyebut nama perempuan yang menunggunya di kamar sebuah losmen di Maospati. 

‘’Sebelumnya sudah pernah tiga kali pesta sabu berdua,’’ terang Sukono dalam press release Selasa (11/7). 

Perkenalan Leo dengan Tasya awalnya sebatas transaksi seksual alias esek-esek. Sopir bus yang beralamat di Kelurahan Lukluk, Kecamatan Manguwi, Kabupaten Bandung, itu tengah transit di Madiun hingga butuh teman tidur. 

Tawaran menarik datang dari Tasya yang mengajak fly berdua dengan mengonsumsi sabu sebelum naik ranjang. 

‘’Sabu-sabu berasal dari pihak perempuan yang berperan ganda sebagai kurir,’’ terang Sukono. 

Penangkapan Leo sempat berlangsung alot. Dia menantang bukti saat tertangkap tengah malam di kawasan Pasar Baru Magetan. Tersangka waktu itu naik motor sewaan Honda Beat nopol AE 3765 HE ketika membeli sabu di Kota Madiun. 

Namun, bukti plastik klip berisi kristal putih yang dibuang di Jalan Raya Solo kilometer 4 membuat Leo tidak lagi bisa berkelit. 

‘’Malam itu juga penggerebekan berlanjut di kamar hotel,’’ jelas kasat resnarkoba.  

Bukti telak didapat polisi saat menggerebek kamar losmen tempat Leo dan Tasya menginap. Ditemukan seperangkat alat pengisap sabu berupa bong lengkap dengan pipet kaca, dua sedotan, dan cimpli. Pasangan bukan muhrim itu langsung diboyong ke Mapolres Madiun Kota. 

‘’Keduanya ditahan terpisah,’’ tegas Sukono sembari menyebut jeratan pasal berlapis di UU 35/2009 tentang Narkotika. 

(mn/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia