Sabtu, 29 Jul 2017
radarmadiun
Kota Madiun

BI Resmi Mengundurkan Diri sebagai Walikota

Rabu, 12 Jul 2017 06:00 | editor : Budhi Prasetya

Wawali Sugeng Rismiyanto (SR) melayani permintaan wawancara awak media usai sidang paripurna pengunduran diri Wali Kota (nonaktif) Bambang Irianto. 

Wawali Sugeng Rismiyanto (SR) melayani permintaan wawancara awak media usai sidang paripurna pengunduran diri Wali Kota (nonaktif) Bambang Irianto.  (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Berhenti sudah perjalanan karir Bambang Irianto (BI). Wali Kota Madiun (nonaktif) itu akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya. Pengunduran diri BI itu diumumkan Ketua DPRD Kota Madiun Istono dalam rapat sidang paripurna Selasa (11/7) kemarin.

Istono mengungkapkan pemberhentian BI sebagai wali kota dituangkan dalam surat nomor 170/1375/401.040/2017. Ini dilakukan setelah DPRD setempat menerima surat pengunduran diri BI sebagai Wali Kota Madiun pada 3 Juli lalu. 

Dirinya menyebut jika pengunduran BI dari jabatan Wali Kota Madiun itu dianggap telah sesuai dengan pasal 79 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 

‘’Sebagaimana mekanisme yang ada, setelah Pak Bambang ini mengundurkan diri secara pribadi, maka wakil wali kota (Sugeng Rismiyanto, Red) menggantikan posisi BI sebagai wali kota,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Istono berharap penetapan Sugeng Rismiyanto (SR) sebagai wali kota pascapengunduran diri BI bisa segera tuntas. Sehingga penyelenggaraan pemerintahan bisa berjalan maksimal. 

Disinggung mengenai kekosongan kursi Wakil Wali Kota yang ditinggalkan Sugeng Rismiyanto, Istono mengaku menyerahkan sepenuhnya ke partai politik pengusung Ba-Ris (Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto) Jilid II. 

‘’Ya, ini nanti kami tunggu mekanismenya,’’ ungkap politikus Partai Demokrat itu.

Sebagaimana diketahui, sejak penahanan BI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir tahun lalu, Sugeng mendapat mandat sebagai pelaksana tugas (Plt) wali kota. 

Surat perintah nomor 127/22232/011/2016 tertanggal 8 Desember 2016 yang ditandatangani Gubernur Jatim Soekarwo, jadi dasar penunjukan tersebut. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, BI mengetik sendiri surat pengunduran dirinya. Dalam surat sebanyak dua lembar itu, BI juga mencantumkan beberapa poin tentang keberhasilan kinerjanya selama hampir dua periode menjabat sebagai wali kota Madiun. 

Terpisah, Wawali Sugeng Rismiyanto mengaku tidak mau terburu-buru menyikapi usulan pengangkatan dirinya menjadi wali kota. Ini lantran proses yang harus dilalui masih panjang. 

Pun, pengangkatan dirinya sebagai Wali Kota Madiun menggantikan BI harus mendapatkan persetujuan gubernur atas sepengetahuan Mendagri. Sebuah proses wajar yang merupakan bagian dari peraturan perundang-undangan. 

‘’Ini semua masih proses. Saya tidak nggege mongso. Karena mungkin besok saya bisa saja mati,’’ ujarnya dengan rendah hati.

Namun dirinya memastikan bakal tetap akan melanjutkan program visi misi Baris Jilid II sampai masa jabatannya berakhir 29 April 2019 mendatang. Termasuk diantaranya menyelesaikan target kerja yang dituangkan dalam RPJMD 2014-2019. 

Soal pengisian jabatan wawali, mantan Rektor Unmer Madiun itu menyerahkan sepenuhnya pada partai politik pengusung. Dia tidak mau berspekulasi terkait siapa kandidat yang mungkin bakal diusulkan untuk mendapinginya. 

‘’Kalau memang waktunya memungkinkan (pengisian jabatan wawali, Red), kenapa tidak. Tapi itu semua kembali pada partai pengusung,’’ jelasnya.

Sebagaimana diketahui, keputusan pengunduran diri BI tak lepas dari kasus dugaan korupsi yang menjeratnya. Saat ini, proses persidangan mantan ketua DPC Partai Demokrat Kota Madiun itu hampir rampung. 

Agenda sidang berikutnya adalah mendengarkan keterangan saksi A de Charge (meringankan) dan beberapa saksi ahli di Pengadilan Tipikor Surabaya. 

‘’Diperkirakan awal Agustus sudah memasuki masa tuntutan,’’ terang kuasa hukum BI Indra Priangkasa. 

(mn/her/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia