Jumat, 21 Jul 2017
radarmadiun
Features
Axelliano Rafael Situmeang,Kolektor Komik

Paham Detail Cerita hingga Karakter Semua Tokoh berkat Membaca

Minggu, 09 Jul 2017 18:00 | editor : Budhi Prasetya

Axelliano Rafael Situmeang memamerkan sebagian komik koleksinya.

Axelliano Rafael Situmeang memamerkan sebagian komik koleksinya. (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

Sederet kelebihan dirasakan Axelliano Rafael Situmeang saat membaca komik ketimbang menonton film kartunnya langsung. Dia mengaku lebih puas menikmati karakter tokoh kartun jagoannya. Selain itu, pembaca lebih bebas berimajinasi tentang cerita. Ratusan komik kini berjejal di loker kamar.

DENI KURNIAWAN, Madiun

EMPAT pohon mangga merindangi halaman depan rumah di Jalan Kamboja, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Anak tuan rumah duduk santai di teras. 

Pandangannya tidak lepas dari buku yang dipegang di tangan kiri. Sesekali buku itu berpindah ke tangan kanan. Dia sempat mengernyitkan kening pertanda mengingat sesuatu. 

‘’Di filmnya tidak ada bagian yang sedang saya baca di komik ini,’’ penasaran Axelliano Rafael Situmeang sembari menunjukkan komik berjudul Fairy Tail.

Remaja 14 tahun yang akrab disapa Axel itu mengaku jatuh hati ke komik sejak tiga tahun silam. Dia mengaku lebih puas menikmati karakter sejumlah tokoh kartun jagoannya lewat komik dari Jepang yang biasa disebut manga. 

Membaca komik membuatnya lebih bebas berimajinasi. Ratusan komik kini berjejal di loker kamarnya. 

‘’Kalau ditaruh di rak, cover-nya cepat kusam terkena debu,’’ ujar Axel.

Mengumpulkan seri lengkap sebuah komik ternyata bukan urusan gampang. Axel harus rela menunggu seri selanjutnya selama sebulan. 

Itu pun terkadang memaksa Axel melancong ke luar kota lantaran komik yang diinginkannya belum beredar di Madiun. Belum lagi jika ada edisi yang sudah tidak terbit. Namanya sudah kecanduan, belum puas rasanya jika seri komik itu belum dikoleksinya. 

‘’Fairy Tail sudah volume 44 sekarang, tapi yang ke-14 dan ke-15 saya belum punya karena sudah tidak terbit lagi,’’ akunya.

Kendati begitu, Axel bertekad memburu dua seri komik yang belum ada di genggamannya itu. Dia bahkan meminta salah satu toko buku kenamaan untuk menerbitkan lagi. 

Special order sempat ditempuhnya kendati harus membayar empat kali lipat dari harga normal. Kenekatan Axel bukan tanpa alasan. Dia mengaku cerita yang disajikan komik lebih detail ketimbang film animasinya. 

‘’Masih kumpul-kumpul duit dulu saat ini,’’ ucapnya.

Fairy Tail memang salah satu manga yang masih on going saat ini. Kebebasan berimajinasi saat membaca komik membuatnya penasaran menunggu cerita lanjutan seputar kisah petualangan sihir tersebut. 

Axel sebenarnya dapat mengintip dari serial film kartunnya. Namun, dia tetap setia dengan komik yang membacanya dari kanan ke kiri itu. Dia betah duduk berjam-jam demi membaca komik. 

‘’Kadang saya baca volume sebelumnya untuk memastikan kaitan cerita dengan edisi yang terbaru,’’ tuturnya.

Selain itu, Axel memiliki koleksi manga lainnya yang sangat populer di Indonesia. Yakni, Naruto. Tak tanggung-tanggung, dia tuntas mengumpulkan seri pertama hingga tamat di komik volume 72. 

Tak urung, Axel merasa puas karena mampu mengumpulkan seri lengkap manga favoritnya itu. Dia tak jarang membacanya ulang.  

‘’Seri terakhir terbit awal tahun ini,’’ jelas penggemar berat tokoh ninja berambut kuning itu.

Padahal, Axel kali pertama membaca komik Naruto volume 51 yang didapatnya secara tidak sengaja. Saat diajak ibunya jalan-jalan ke salah satu mal di Kota Madiun, dia ditawari membeli buku. 

Pandangannya langsung tertuju ke komik Naruto yang film kartunnya sedang tren saat itu. ‘’Langsung dibelikan oleh mama, agar tidak bermain game terus,’’ terang sulung dua bersaudara pasangan Agus Firman Tio Situmeang dan Dwi Wahyu Haryani itu.

Axel tak akan pernah melupakan komik Naruto volume 44 karena harus bersusah payah mendapatkannya. Saking banyaknya peminat, toko buku kehabisan stok. 

Axel sempat ke Surabaya, namun terpaksa pulang dengan tangan hampa. Lagi-lagi hasilnya nihil ketika dia memburunya ke Solo. Senyum Axel mengembang seketika saat melihat edisi yang dicari-carinya itu tersandar pada rak toko buku di Jogja. 

‘’Itu pun tinggal satu, sudah tidak dibungkus plastik pula,’’ ingatnya.

Bukan hanya memiliki seri komik lengkap, Axel juga menyimpan data book seputar manga Naruto. Yakni, buku yang mengulas detail semua tokoh yang ada dalam cerita. 

Dia menyebut data book adalah salah satu keunggulan membaca komik. Dibanding sebayanya yang sama-sama menyukai tokoh rekaan Masashi Kishimoto itu, Axel lebih paham detail alur cerita hingga karakter semua tokohnya. 

‘’Teman-teman di sekolah sering bertanya ke saya,’’ bangga Axel.

Siswa SMPN 04 Kota Madiun itu ternyata antiproduk bajakan. Axel sebenarnya mengetahui komik versi online banyak bermunculan. Bersamaan rilis seri komik baru di Jepang, pasti ada yang menduplikasinya ke online lewat praktik ilegal. 

‘’Kasihan mangakanya (julukan pengarang komik di Jepang) kalau baca yang ilegal,’’ tuturnya.

Ratusan koleksi komik Axel dimungkinkan terus bertambah. Sebab, dia belakangan ini juga kecanduan komik karya anak negeri yang tampilan gambarnya nyaris menyerupai komik Jepang. 

Yakni, kumpulan sembilan cerita berseri yang bertajuk re:On Comics. Axel sudah pegang edisi pertama hingga edisi 27 yang teranyar. ‘’Terbitnya enam minggu sekali,’’ terangnya. ****

(mn/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia