Jumat, 28 Jul 2017
radarkudus
Pati

Jembatan Kalidoro Ditinggikan 1,6 Meter

Sabtu, 15 Jul 2017 13:09 | editor : Ali Mustofa

DIBONGKAR: Alat berat di Jembatan Kalidoro mulai difungsikan untuk membognkar konstruksi jembatan kemarin.

DIBONGKAR: Alat berat di Jembatan Kalidoro mulai difungsikan untuk membognkar konstruksi jembatan kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Pembangunan Jembatan Kalidoro dimulai pagi kemarin.  Pemenang tender proyek ini memulai mengawali pekerjaannya dengan membongkar konstruksi jembatan.

Pengerjaan jembatan ini menyebabkan akses Jalan Pemuda ditutup. Sebab itu, pelaksanannya dilakukan pascalebaran supaya tidak mengganggu pengguna jalan saat lebaran kemarin.

Pengawas Lapangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samijan, mendatangkan alat berat dan pemasangan tanda lalu lintas mulai beberapa hari lalu. Akses Jalan Pemuda mulai dari pertigaan Tugu Tani depan ADA Swalayan hingga pertigaan jalan menuju ke Terminal Kembangjoyo ditutup.

Pengguna jalan yang melintas harus menghindari Jembatan Kalidoro.  Penutupan jalan itu akan terus berlangsung hingga jembatannya rampung dibangun. Diperkirakan rencana pembongkaran membutuhkan waktu selama dua pekan. Lalu dilanjutkan pengerjaan konstruksi.

Samijan menjelaskan, jembatan ini akan dibongkar total dan dilebarkan 19x19 meter. Selain itu, jembatan ini ditinggikan 1,6 meter. Dengan penataan aspal jalur lalu lintas 14 meter, trotoar sisi kanan dan kiri jembatan masing-masing dua meter. Nantinya, jembatan ini difasilitasi dengan sedikit taman di depan trotoar jembatan.

Penambahan taman ini untuk mempercantik jembatan saja karena letaknya di jalur protokol. Dengan demikian, akan ada dua pengawas, yakni pengawas konstruksi pembangunan jembatan dan pengawas taman setelah nanti dilaksanakan pembuatan taman.

Revitalisasi Jembatan Kalidoro yang menelan anggaran sekitar Rp 4,9 miliar . sebelumnya, kondisi jembatan itu kerap menyumbat sampah dan mengakibatkan bajir di sekitar sungai di Kalidoro.

“Jembatan Kalidoro yang dinilai sudah tidak mumpuni untuk aliran air saat musim hujan. Desain kolong jembatan harus dirubah total. Jadi otomatis dibongkar semua. Jembatan itu dibangun lebih tinggi dan lebar. Ini supaya aliran air bisa semakin lancar dan tidak menyebabkan banjir,” tutur Samijan.

(ks/put/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia