Jumat, 28 Jul 2017
radarkudus
Grobogan

Talut Diperkuat dengan Paku Bumi

Sabtu, 15 Jul 2017 12:34 | editor : Ali Mustofa

LEBIH CEPAT: Pekerja pembuatan talut menggunakan crane untuk memasang paku bumi di Jalan Purwodadi-Semarang kemarin.

LEBIH CEPAT: Pekerja pembuatan talut menggunakan crane untuk memasang paku bumi di Jalan Purwodadi-Semarang kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GODONG – Proses pembangunan talut di Jalan Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Beringin, Godong, kembali dilanjutkan. Sebelumnya, pembangunan ini berhenti sementara karena libur Lebaran. Pembuatan talut ini, diperkuat dengan memasang paku bumi karena tanahnya labil dan curam.

Panjang paku bumi itu mencapai 10 meter. Untuk mempercepat pembangunan talut, para pekerja menggunakan crane. Kendaraan yang melewati area tersebut, juga harus bergantian.

Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Jalan Wilayah Purwodadi Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Pemprov Jateng Barkah Widiharsono melalui Kasi Jalan Purwadi mengatakan, pembangunan talut menggunakan paku bumi karena tanahnya labil. Jadi, dibutuhkan tiang pancang yang kuat. ”Jika hanya menggunakan cor biasa tanpa paku bumi, dikhawatirkan jalan cepat lonsor,” katanya kemarin.

Dijelaskan, untuk pembangunan talut sepanjang 200 meter tersebut, dianggarkan Rp 1,8 miliar. Waktu pengerjaannya ditarget sampai September mendatang. ”Untuk sekarang masih dalam pemasangan paku bumi dengan crane,” terangnya.

Sementara itu, pekerjaan pembangunan talut juga dilakukan di Jalan Purwodadi-Semarang. Tepatnya di Desa Pulorejo, Purwodadi. Pembuatan talut dilakukan di sisi utara jalan milik Pemprov Jateng tersebut. Dana pembangunan talut itu, senilai Rp 3,5 miliar yang dikerjakan kontraktor PT Rahmadanu Abadi Jaya. Target pengerjaan selama 180 hari kerja, mulai 27 Maret sampai 25 September mendatang.

”Pembangunan talut mulai dari Kecamatan Purwodadi hingga Godong memiliki panjang keseluruhan mencapai 1,479 km,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembangunan talut Jalan Purwodadi-Semarang ini, untuk meminimalisasi kecelakaan. Sebab, banyak truk, mobil, dan sepeda motor terperosok, karena jalan tidak ada trotoar. 

(ks/mun/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia