Jumat, 28 Jul 2017
radarjogja
Wisata

Hamparan Bunga Amarilis Mekar Lagi

Senin, 17 Jul 2017 15:21 | editor : Jihad Rokhadi

 Kebun bunga amarilis di Desa Salam, Kecamatan Patuk pernah menjadi spot foto paling menarik pada 2015. Sekarang, bunga berwarna merah muda atau oranye itu kembali mekar dan diprediksi pecah kuncup serentak akhir tahun depan.

Lokasi kebun bunga ini ada di Jalan Jogjakarta-Wonosari, tepatnya sebelum jembatan Kali Pentung. Tengok ke kanan, bisa melihat tumbuhan bunga amarilis tersebut. Oleh penduduk setempat diberi nama Puspa Patuk.

Meski bunga telah bermekaran, menurut pemilik lahan Sukadi, pertumbuhannya belum maksimal. Dia menanam umbi bunga tersebut pada lahan sekitar 500 meter persegi.

“Sekarang sudah mulai mekar, diprediksi mekar serempak pada akhir November hingga pertengahan Desember,” kata Sukadi, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, dibanding tahun lalu, situasinya jauh lebih baik. Pada waktu itu tumbuh, namun tidak berbunga karena tingginya curah hujan. Nah, tahun ini sudah mulai mekar, namun belum bersamaan.

“Jadi, kebun ini awalnya tidak ada niat untuk dijadikan tempat wisata foto. Namun taman bunga ini menarik perhatian wisatawan pada 2015. Waktu itu ribuan orang datang,” ungkapnya. Kebun bunganya rusak saat itu karena banyaknya pengunjung.

Jumlah pengunjung saat ini masih sedikit dibanding 2015. Sukadi berkeyakinan, akhir tahun kebun bunga miliknya bisa tumbuh bersamaan dan menarik untuk dijadikan spot foto.

“Mengantisipasi kerusakan akibat terinjak wisatawan, kami menyiapkan jalur khusus. Tidak dipungut biaya, hanya parkir kendaraan. Wisatawan bisa membawa pulang dengan membeli bibit per biji Rp 3.000 untuk satu polybag Rp 7.000 isi tiga,” kata Sukadi.

Mekarnya bunga amarilis tahun ini direspons Bupati Gunungkidul Badingah. Dia datang dan berfoto di sekitar lokasi. Dia berpesan agar bunga tersebut dilestarikan sehingga bisa ditanam di pekarangan warga Patuk.

“Harapan saya, begitu masuk ke Gunungkidul langsung bertemu dengan lautan bunga. Pak camat, tolong ditindaklanjuti,” pesan Badingah.

Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi mengatakan tren bunga amarilis langsung direspons warga dengan membuat motif batik. Motif batik bunga amarilis sudah mendapatkan hak paten dan telah dipasarkan dengan harga Rp 125.000 per lembar.
Pada 2015, publik dihebohkan munculnya bunga amarilis di Patuk. Masyarakat berdatangan. Karena jumlah pengunjung membludak, kebun bunga amarilis sebagian rusak terinjak-injak. 

(rj/ong/ong/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia